Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Nusa Tenggara Barat (NTB) gencar mempromosikan destinasi unggulan Lombok dan Sumbawa ke pasar wisatawan premium asal Tiongkok. Kegiatan promosi ini dilakukan dalam ajang Business Matching Wonderful Indonesia yang digelar di Hotel Four Seasons, Beijing, pada Kamis, 11 September 2025.
Ketua ASTINDO NTB, Sahlan M Saleh, menyampaikan bahwa promosi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Martini, serta Duta Besar RI untuk Tiongkok.
“Antusiasme para buyer di Beijing sangat luar biasa terhadap destinasi NTB, khususnya Lombok. Mereka tertarik dengan paket wisata pantai dan akomodasi bintang lima,” ujar Sahlan. Menurut Sahlan, dari pertemuan awal tersebut, potensi transaksi selama satu tahun ke depan diperkirakan mencapai Rp12 miliar.
Pasar Tiongkok dinilai memiliki potensi besar karena tingginya jumlah wisatawan dan preferensi mereka terhadap destinasi eksklusif. Dengan pantai berpasir putih dan resort mewah, Lombok menjadi pilihan menarik bagi wisatawan Tiongkok.
“Kami melihat peluang yang sangat menjanjikan di pasar Tiongkok. Karena itu, kami akan terus menjalin komunikasi dengan agen perjalanan di Beijing agar paket wisata NTB makin dikenal,” tambah Sahlan.
Promosi di Beijing ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Seoul, Korea Selatan. Dalam forum di Seoul, ASTINDO NTB mencatat potensi transaksi sebesar Rp9 miliar, terutama untuk segmen wisata bahari, bulan madu, dan insentif perusahaan.
“Pasar Asia Timur seperti Korea dan Tiongkok sedang tumbuh pesat. Mereka mencari destinasi yang memadukan alam, budaya, dan fasilitas premium. Lombok dan Sumbawa punya semua itu,” ungkap Sahlan.
Selain promosi langsung, delegasi NTB juga menjalin kerja sama strategis dengan agen perjalanan, operator tur, dan manajemen hotel internasional di Tiongkok. Tujuannya adalah memperluas distribusi paket wisata NTB dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
“Target kami bukan sekadar transaksi, tapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan mitra internasional,” jelasnya.
Dengan akumulasi potensi transaksi dari Korea Selatan dan Tiongkok, ASTINDO NTB optimistis capaian lebih dari Rp21 miliar akan menjadi pijakan strategis dalam memperluas pasar wisata NTB di masa mendatang. “Kami akan terus mengawal tindak lanjut dari hasil pertemuan ini agar berdampak langsung pada perekonomian daerah,” tutup Sahlan. (bul)



