Giri Menang (Suara NTB) – Qunci Villas Senggigi kembali menghadirkan pengalaman kuliner istimewa lewat gelaran Chef in the Wild dengan tema “The Silk & Spice Route”. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 12-14 September 2025.
General Manager Qunci Villas, Vittorio Negri, mengatakan Chef in the Wild merupakan agenda rutin yang digelar dua kali setahun untuk meningkatkan pengalaman kuliner di Lombok sekaligus memperkenalkan ragam cita rasa baru bagi wisatawan.
“Awal tahun ini kami sempat menghadirkan Chef Leroy, chef asal Prancis pemilik restoran berbintang Michelin di Singapura. Kali ini, kami berkesempatan bekerja sama dengan Chef Tsui Wai Yam untuk menyajikan masakan klasik Kanton,” jelas Vitto.
Mengusung tema Silk & Spice Route, acara ini menampilkan kolaborasi Chef Tsui Wai Yam dengan Executive Chef Boy Haris dari Indonesia. Filosofinya terinspirasi dari jalur sutra yang menghubungkan Tiongkok dan Indonesia melalui rempah-rempah.
Chef Boy Haris menyiapkan hidangan pembuka (amuse-bouche) serta menutup jamuan dengan dessert istimewa berbahan blood orange dari Jawa Timur, dipadukan dengan jeruk lokal dan jeruk impor dari Spanyol. Hidangan ini diolah menjadi sorbet dan kue yang segar.
Selain itu, mixologist asal Bali, Billy Wirawan dari Mozaik Kubu, juga ikut meramaikan acara dengan kreasi koktail berbasis rempah-rempah lokal yang dipadukan dengan Ming River Liquor dari Tiongkok.
Hidangan di acara ini memadukan masakan klasik Indonesia dan Kanton dengan 95 persen bahan lokal. Semua menu yang disajikan halal, sesuai dengan sertifikasi halal yang dimiliki Qunci Villas.
“Khusus untuk masakan Tiongkok, ini adalah pengalaman pertama Qunci Villas dalam 22 tahun terakhir. Kami ingin lebih dekat dengan pasar lokal, tidak hanya melayani wisatawan Eropa, tetapi juga dari Jakarta dan Surabaya,” tambah Vitto.
Beberapa menu unggulan yang ditawarkan antara lain bebek Peking, lobster Lombok ala Cantonese, hingga ragam dessert dengan sentuhan modern. Selain jamuan makan malam bergaya keluarga pada Jumat dan Sabtu, puncak acara akan ditutup dengan Dim Sum Sunday pada 14 September 2025. Chef Thwee memboyong langsung chef spesialis dim sum untuk menyajikan delapan jenis dim sum yang bisa dinikmati sepuasnya (all you can eat) dari siang hingga malam.
“Konsepnya Yum Cha, artinya minum teh, semacam acara brunch. Jadi tamu bisa menikmati dim sum sambil bersantai dari pukul 11.00 hingga malam,” ujar Vitto.
Menurut Vitto, acara berskala internasional ini memerlukan persiapan setidaknya enam bulan, mulai dari kesepakatan dengan chef tamu, ketersediaan bahan baku, hingga strategi pemasaran.
“Banyak chef tamu yang meminta bahan khusus. Sedangkan mencari bahan tertentu di Lombok tidak selalu mudah. Jadi proses persiapan ini memang cukup panjang,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya Chef in the Wild, Qunci Villas berharap dapat semakin mengangkat citra Lombok sebagai destinasi kuliner yang berkelas, tidak hanya untuk wisatawan asing tetapi juga pasar domestik.(don)



