Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) menargetkan Sekolah Rakyat (SR) jenjang Sekolah Dasar (SD) atau tipe 1 C sudah beroperasi akhir September 2025. Saat ini, sejumlah SR jenjang SD tersebut tengah menuntaskan persiapan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.
Kepala Dinsos NTB, Dra. Nunung Triningsih pada Senin (15/9/2025) mengatakan, saat ini SR Tipe 1 C dalam proses penyelesaian sarpras. “Jadi SR-SR ini sedang diselesaikan semua untuk fasilitasnya, sarpras belajarnya, asramanya,” jelasnya.
Seperti halnya salah satu SR jenjang SD yang berada di Sumbawa. Masa kontrak penyelesaian rehabilitasi bangunan SR itu akan berakhir 30 September.
Meski demikian, Nunung mengupayakan agar proses perbaikan bangunan sekolah selesai lebih cepat. “Kontrak rehab bangunannya itu sampai 30 September, tapi diupayakan di tanggal 25 (September) itu sudah bisa selesai,” ujarnya.
Mantan Kepala DP3AP2KB NTB itu menuturkan, pihaknya ingin memastikan sebelum siswa-siswi belajar, persoalan sarpras dan fasilitas sekolah sudah rampung.
“Kita upayakan dia nyaman dan aman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya, terus dia tinggal di asramanya juga kita upayakan supaya sudah selesai semuanya, baru mereka masuk,” tutur Nunung.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar akhir September tahun ini, siswa-siswi SR bisa masuk sekolah. “Nanti di akhir bulan. Kalau tidak ya di awal Oktober. Kita sedang mengawal penyelesaian Sarpras, termasuk dari Kabupaten, Sentra Paramita juga tetap bersama dengan Kementerian PU,” sebutnya.
Sementara itu, untuk proses perekrutan siswa di seluruh SR jenjang SD di NTB sudah rampung dan memenuhi target awal. Sejauh ini, ada tiga SRSD yang tersebar di beberapa Kabupaten di NTB, di antaranya, SRSD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari, SRSD BLK Lenek, Lotim, dan SRSD di SMPN 4 Sumbawa.
Untuk kuota siswa SRSD SKB Gunung Sari berjumlah 100 orang. Begitu juga di SRSD BLK Lenek sebanyak 100 siswa. Sementara di SMP 4 Sumbawa berjumlah 75 siswa.
“Itu sudah selesai perekrutannya, tinggal menunggu nanti arahan dari pusat kapan mulai masuk yang ditandai dengan cek kesehatan gratis dan MPLS,” terangnya.
Sedangkan untuk tenaga pengajar, Nunung menyampaikan bahwa perekrutan guru masih dalam tahap proses. “Tapi Kepala Sekolah dan beberapa guru sudah ada. Cuma kita melengkapi,” ucapnya.
Ia menyampaikan, pengusulan tenaga kependidikannya (tendik) mulai dari wali asuh, wali asrama, cleaning service, hingga satpam sekolah sudah berakhir pada Rabu, 10 September 2025.
Selain Sarpras dan Tendik sekolah, Dinsos NTB juga sedang mempersiapkan program pascamasuk yakni Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan CKG yang akan melibatkan Dikes Kabupaten dan Puskesmas setempat.
Nunung berharap penyelenggaraan pembelajaran di SRSD di NTB berjalan lancar dan sukses. Ia juga menekankan agar Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dapat menjadi gunting yang memutus mata rantai kemiskinan. (sib)



