Mataram (Suara NTB) – Berbagai ikhtiar untuk mewujudkan generasi muda yang beriman dan berkarakter terus diupayakan SMKN 7 Mataram salah satunya melalui ekstrakurikuler Pramuka. Sehubungan dengan hal tersebut Gerakan Pramuka Kota mataram Gugus Depan 04-055 – 04-056 Pangkalan SMKN 7 Mataram Ambalan Pangeran Sumantri dan Dende Nawang Sasih melaksanakan kemah orientasi bagi anggota baru Pramuka SMKN 7 Mataram dan pengukuhan anggota Bantara.
Kegiatan kemah ini diadakan selama dua hari mulai dari tanggal 13 dan 14 September 2025 di halaman SMKN 7 Mataram. ‘’Kemah orientasi ini atau kemah penerimaan tamu ambalan ini diikuti oleh 40 anggota baru Pramuka dan pengukuhan 6 anggota Bantara Pramuka.
Kepala SMKN 7 Mataram Drs. Artawan, ST. M.Pd.. selaku Majelis Pembina Gugus Pramuka SMKN 7 Mataram dalam arahannya menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah awal bagi anggota Pramuka memasuki dunia penegak. ‘’Dunia yang penuh dengan tantangan, kebersamaan dan pengabdian. Di sini kalian tidak hanya belajar tentang tali temali baris berbaris atau tentang jelajah alam  semata. Namun lebih dari itu, kalian akan belajar arti tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan dan persaudaraan yang sejati,’’ ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara NTB, Senin, 15 September 2025.
Untuk itu, ujarnya, sebagai seorang penegak dituntut untuk tegak secara fisik, tegak secara mental dan tegak dalam sikap dan perbuatan kalian harus mampu menjadi contoh di sekolah di keluarga dan di masyarakat. Di samping itu pula, anggota yang baru bergabung di Pramuka tidak merasa cemas, ragu bahkan takut sekalipun, karena senior di ambalan ini siap membimbing dan mendampingi.
 Sementara itu, Pembina Pramuka SMKN 7 Mataram Akhmad Ramli, SH., S.Pd., menyampaikan kegiatan kemah oreintasi atau Kemah Penerimaan Tamu Ambalan ini merupakan kemah wajib yang diikuti seluruh calon anggota baru. ‘’Setelah kegiatan kemah ini, baru dinyatakan resmi sebagai anggota Pramuka,’’ terangnya.
Selain itu, anggota pramuka terikat oleh Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Menurutnya, jika Tri Satya itu dihayati dan Dasa Dharma dijalankan dalam kehidupan sehari- hari, maka akan menjadi manusia sejati dan akan selalu dirindukan keberadaannya.
Salah seorang peserta kemah orientasi Ilfa Afrianti Santika  sangat berkesan dengan kegiatan yang diikuti, karena mendapatkan sesuatu yang baru dan bisa menunjang dalam proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya itu, bisa diaplikasikan di luar sekolah. (ham)



