Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membangun jembatan sementara di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat, guna memulihkan akses warga yang terputus akibat jembatan lama rusak diterjang banjir bandang pada 6 Juli 2025 lalu. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Karang Kemong dengan Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik.
Langkah pembangunan ini ditempuh karena jembatan permanen yang direncanakan masih dalam proses tender, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung sangat mendesak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, pembangunan jembatan sementara ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, karena menjadi akses ke sekolah dan ke kuburan,” ujarnya, Kamis, 18 September 2025.
Lale menambahkan, pembangunan jembatan sementara ditargetkan rampung dalam satu hari dan bisa mulai digunakan pada Jumat, 19 September 2025. Namun sebelum dioperasikan, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur.
Jembatan ini tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, dan akan difungsikan khusus untuk pejalan kaki. Keputusan ini, kata Lale, diambil untuk menjaga keamanan serta keberlanjutan jembatan dalam jangka menengah.
“Untuk jembatan permanen pun nantinya tidak disiapkan bagi kendaraan, meskipun secara struktur bisa dilalui. Masyarakat juga mendukung,” jelasnya.
Jembatan sementara tersebut dibangun dengan material besi rangka bekas jembatan sebelumnya yang diperkuat pelat baja, sehingga bersifat semi permanen dan bisa dibongkar-pasang jika dibutuhkan kembali.
“Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, jembatan ini bisa jadi cadangan. Tapi harapan kami, tidak sampai terjadi bencana lagi,” ujar Lale.
Untuk pembangunan jembatan permanen, Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar melalui revisi APBD 2025. Saat ini, tahapan lelang sedang berlangsung melalui LPSE dan ditargetkan rampung Desember 2025.
Selain itu, proyek jembatan Mahkota Bertais juga telah masuk tahap konstruksi. Dinas PUPR bersama rekanan CV. Dewi Wangi sudah menandatangani kontrak kerja senilai Rp2,8 miliar.
Terpisah, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, pembangunan jembatan sementara ini adalah bagian dari proses menuju jembatan permanen, yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga empat bulan untuk penyelesaian total, termasuk aspek administrasi, lelang, hingga pelaksanaan fisik.
“Karena masyarakat harus memutar jauh, saya putuskan untuk bangun jembatan sementara agar bisa digunakan dulu,” katanya.
Mohan menambahkan, meskipun disebut sementara, struktur jembatan cukup kuat untuk digunakan dalam jangka waktu panjang selama pembangunan permanen berjalan.
“Kami melihat kebutuhan warga yang sangat tinggi terkait keberadaan jembatan ini, karena akses utama mereka untuk beraktivitas,” pungkasnya. (pan)


