spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaEKONOMISidak LPG 3 Kg di NTB: Stok Aman, Kuota Distribusi Resmi Ditambah...

Sidak LPG 3 Kg di NTB: Stok Aman, Kuota Distribusi Resmi Ditambah 50 Persen

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Disdag NTB) melakukan inspeksi mendadak (sidak) LPG 3 Kg di sejumlah pangkalan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada Kamis, 18 September 2025. Sidak ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG subsidi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Disdag NTB, Jamaludin Malady, memimpin langsung kegiatan ini bersama perwakilan Hiswana Migas NTB dan Pertamina Patra Niaga. Berdasarkan hasil sidak, stok LPG 3 Kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) terpantau aman. Namun, permintaan tinggi di tingkat pangkalan menjadi penyebab cepat habisnya stok.

“Stok di SPBE aman, yang terjadi adalah tingginya permintaan di pangkalan. Masyarakat banyak memasak selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga tabung cepat habis,” jelas Jamaludin.

Selain perayaan Maulid, lonjakan permintaan juga dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti: Kedatangan mahasiswa baru dari luar daerah yang mulai menyewa kos di Mataram dan sekitarnya. Meningkatnya kegiatan hajatan masyarakat seperti pernikahan dan acara adat. “Permintaan dari kelompok ini sebelumnya tidak masuk dalam perhitungan kuota pangkalan,” tambahnya.

Untuk mengatasi potensi kelangkaan LPG 3 Kg, Disdag NTB telah berkoordinasi dengan Pertamina guna menambah kuota pasokan ke pangkalan, khususnya di wilayah Lombok. “Alhamdulillah, mulai hari ini Pertamina menurunkan tambahan kuota sekitar 50 persen dari pasokan harian. Jika biasanya satu pangkalan menerima 100 tabung, kini mendapat 150 tabung,” ungkap Jamaludin.

Disdag NTB juga memastikan bahwa tambahan kuota LPG akan terus dipantau agar benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada para pengecer agar tetap mendapatkan stok LPG subsidi.

Namun, pemerintah mengimbau para pengecer untuk tidak menaikkan harga di luar ketentuan yang berlaku. “Pengecer juga bagian dari masyarakat. Menurut saya mereka tetap boleh menjual, tapi mengambil keuntungan yang wajar, jangan sampai memberatkan rakyat,” tegasnya.

Ke depan, Disdag NTB mendorong Pertamina dan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan permintaan LPG 3 Kg saat momen-momen besar keagamaan seperti Maulid dan Idul Adha. “Kami sudah sampaikan ke Pertamina agar saat hari besar, pasokan ditambah dua kali lipat dari kebutuhan normal. Jangan tunggu ada keluhan dulu,” kata Jamaludin.

Disdag NTB juga mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG 3 Kg sesuai peruntukannya, yakni hanya untuk rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro, agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. (bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO