spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKTerus Merugi, Komisi III DPRD NTB Rekomendasikan PT GNE Dibubarkan 

Terus Merugi, Komisi III DPRD NTB Rekomendasikan PT GNE Dibubarkan 

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah anggota DPRD Provinsi NTB menyerukan agar rencana pemberian suntikan dana kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE) sebesar Rp8 miliar ditunda dulu. Pasalnya kondisi PT GNE sekarang ini masih sedang terlilit banyak masalah.

Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi NTB yang membidangi urusan keuangan, perbankan dan BUMD, Raden Nuna Abriadi salah atau yang meminta agar rencana suntikan dana dari Pemprov NTB ke PT GNE tersebut ditunda dulu.

“Apa urgensinya kenap kita terburu-buru sekali mau memberikan suntikan dana. Kenapa kita ndak mau tunggu dulu, karena banyak sekali persoalan yang belum selesai di GNE ini,” ujar Raden Nuna pada Jumat, 19 September 2025.

Politisi PDIP itu menyampaikan bahwa ia meragukan suntikan dana Rp8 miliar itu tidak akan menyelesaikan masalah di GNE. Bahkan berpotensi menjadi masalah dikemudian hari, karena mengalokasikan anggaran ke perusahaan yang sedang sakit parah.

“Persoalan di GNE sekarang ini sudah stadium 5, jadi ndk bisa diobati hanya dengan delapan miliar. Coba sekarang sedang terlilit hutang dengan jaminan aset, belum RUPS, dan belum bayar pajak,” ungkapnya.

Jika melihat kebelakang PT GNE bahkan nyaris tidak memberikan kontribusi nyata kepada daerah. Perusahaan yang terus diberikan dana dari daerah tidak jelas penggunaannya, dan tidak memberikan keuntungan sama sekali. Karena itu pihaknya di memberikan rekomendasi agar lebih baik dibubarkan saja.

“Kalau di Komisi III sudah buat opsi bubarkan saja GNE ini. Karena alasannya jelas tidak pernah memberikan kontribusi pendapatan ke daerah. Padahal daerah sudah menginvestasikan banyak anggaran kesana,” kata politisi PDIP itu.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPRD NTB, Suhaimi. Dari sisi politik pemerintahan, pemberian suntikan dana ke GNE tersebut sangat tidak tepat. Karena PT GNE selama ini tidak pernah diurus serius dan profesional sebagai sebuah perusahaan yang profitnya mencari keuntungan.

Tapi PT GNE hanya dijadikan tempat cawe-cawe untuk menampung tim sukses yang tidak memiliki pekerjaan. Sehingga pihaknya tidak heran jika PT GNE terlilit banyak masalah karena diurus oleh orang-orang yang tidak kompeten dan profesional.

“GNE selama ini kan hanya jadi ladang cawe-cawe saja. Nah sekarang ini, apakah pak Gubernur mau tetap melanjutkan cawe-cawe di GNE ini atau bagaimana. Secara historis GNE tidak pernah ada kontribusi, hanya jadi tempat cawe-cawe, kalau mau suntikkan dana berarti sama artinya kita mau melanjutkan cawe-cawe,” tegasnya. (ndi)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO