spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaBIMAPerluas Akses Baca, DPK Andalkan Mobil Keliling dan Perpustakaan Desa

Perluas Akses Baca, DPK Andalkan Mobil Keliling dan Perpustakaan Desa

Bima (Suara NTB) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kabupaten Bima terus berupaya memperluas akses literasi masyarakat di tengah luasnya wilayah kabupaten. Dua program utama yang kini dijalankan adalah mobil perpustakaan keliling dan pengembangan perpustakaan desa.

Sekretaris Dinas (Sekdis) DPK Kabupaten Bima, Basyirun, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tiga armada mobil keliling saat ini difokuskan pada wilayah-wilayah terdekat dari pusat kota. “Mobil perpustakaan keliling yang ada saat ini difokuskan pada wilayah-wilayah terdekat dari pusat kota,” ungkapnya, Jumat (19/9/2025).

Namun, dengan kondisi geografis Kabupaten Bima yang luas dan sebagian desa berada jauh dari akses ibu kota kabupaten, strategi alternatif ditempuh dengan menghadirkan perpustakaan desa.

“Dalam lima tahun ke depan ditargetkan perpustakaan desa ini berada di seluruh desa yang ada di wilayah Kabupaten Bima. Namun hingga kini baru 13 desa yang memiliki perpustakaan desa, di antaranya Desa Tente, Cenggu, Rato, dan lainnya,” jelas Basyirun.

Koleksi buku yang ditempatkan di perpustakaan desa sebagian besar merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional. Jenis bacaan pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Kebanyakan yang dihadirkan adalah buku keterampilan pertanian, peternakan, dan kelautan,” tambahnya.

Secara keseluruhan, DPK Kabupaten Bima memiliki lebih dari 10 ribu eksemplar buku. Koleksi ini didistribusikan untuk memperkuat layanan perpustakaan desa dan juga melengkapi armada mobil keliling agar tetap menjangkau masyarakat di titik-titik strategis.

Program mobil keliling dan perpustakaan desa sama-sama diharapkan dapat menjadi solusi pemerataan akses literasi. Kehadirannya memberi peluang lebih luas bagi masyarakat desa yang selama ini sulit menjangkau perpustakaan daerah.

“Harapan kami, perpustakaan desa bukan sekadar tempat membaca, tetapi bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dari belajar keterampilan, mengadakan diskusi, hingga menginspirasi anak-anak agar lebih gemar membaca,” tuturnya.

Meski masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya pengelola, DPK optimis program literasi ini bisa terus berkembang melalui dukungan pemerintah desa dan masyarakat. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO