spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANPemberdayaan Kader Posyandu Selaparang, Bangun Kemandirian Kesehatan Lewat “Community of Practice”

Pemberdayaan Kader Posyandu Selaparang, Bangun Kemandirian Kesehatan Lewat “Community of Practice”

Mataram (Suara NTB) – Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat kembali mendapat angin segar melalui kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat Pemula yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Dikti. Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 September 2025 ini, digelar di Aula Puskesmas Selaparang, Kota Mataram.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh ketua tim pengabdian, Hapipah, dan melibatkan puluhan kader Posyandu serta mahasiswa relawan dalam forum bersama bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Integrasi Layanan Primer Berbasis Community of Practice untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat”.

Kegiatan pengabdian Masyarakat diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan Dosen dari Institut Kesehatan (Inkes) Yarsi Mataram, perwakilan Puskesmas Selaparang, Forum Kader Posyandu, dan mahasiswa relawan. FGD ini membahas persoalan utama yang masih membayangi layanan primer di tingkat masyarakat, mulai dari rendahnya partisipasi kunjungan posyandu, masih tingginya kasus penyakit kronis, hingga lemahnya keterampilan kader dalam deteksi dini penyakit.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para kader menyampaikan tantangan di lapangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan posyandu dan kurangnya dukungan sarana kesehatan berbasis komunitas.

Dosen-dosen dari Inkes Yarsi Mataram memaparkan hasil studi pendahuluan yang menunjukkan masih tingginya prevalensi penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, serta risiko anemia pada remaja di kawasan Selaparang.

Setelah sesi diskusi, kegiatan berlanjut pada pembentukan Community of Practice (CoP)—sebuah komunitas belajar lintas sektor yang menyatukan kader, tenaga kesehatan, akademisi, dan pemerintah setempat untuk secara kolaboratif mengelola layanan kesehatan primer di posyandu. CoP ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan inovasi berkelanjutan dalam pencegahan penyakit dan penguatan layanan dasar masyarakat.

Kegiatan selanjutnya dilakukan melalui pelatihan dan simulasi, para peserta mengikuti sesi pelatihan intensif mengenai pengelolaan penyakit kronis yang difasilitasi oleh narasumber dari Dosen Inkes Yarsi Mataram dan tenaga Kesehatan dari Puskesmas Selaparang.

Materi pelatihan meliputi deteksi dini, pencatatan kasus, teknik penyuluhan kepada warga, hingga penggunaan media digital sebagai alat bantu edukasi kesehatan. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi simulasi langsung agar para kader dapat mengasah keterampilan praktis dalam menghadapi kasus-kasus nyata di lapangan.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pelatihan dan simulasi, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh dosen, Praktisi dari Puskesmas Selaparang dan mahasiswa kepada para kader posyandu.

Pendampingan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan keterampilan yang telah diperoleh benar-benar dapat diaplikasikan di posyandu masing-masing. Selain itu, tim pengabdian juga melakukan evaluasi pencapaian kegiatan melalui monitoring terstruktur untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi kader setelah mengikuti program.

Pelatihan dan pendampingan ini dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri kader dalam memberikan layanan kesehatan. “Kami ingin para kader mampu menjadi garda terdepan, bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan juga agen perubahan perilaku hidup sehat di lingkungannya,” ujar Irwan Hadi, narasumber dari tim dosen Inkes Yarsi Mataram.

Kepala Puskesmas Selaparang, Zaroan Supriadi, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan jejaring layanan primer. Ia menyatakan bahwa kader posyandu memiliki peran penting dalam menjembatani pelayanan kesehatan antara fasilitas kesehatan dan keluarga. Dengan dukungan keilmuan dari perguruan tinggi, diharapkan kader mampu menjalankan deteksi dini penyakit kronis sekaligus memberikan edukasi kesehatan dasar kepada warga.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah DRTPM Dikti yang digawangi oleh tim dosen Inkes Yarsi Mataram yang diketuai oleh Hapipah serta tim pelaksana yaitu Irwan Hadi, Aswati, dan Baiq Nurainun Apriani Idris, serta didukung oleh mahasiswa Inkes Yarsi Mataram yang aktif mendampingi para kader selama pelatihan. Para mahasiswa membantu proses simulasi pemeriksaan kesehatan, penyusunan rencana kerja posyandu, hingga dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari implementasi programKampus Berdampak.

Menutup kegiatan dua hari tersebut, Hapipah selaku ketua tim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan berakhir pada pelatihan, melainkan menjadi awal dari penguatan layanan posyandu secara berkelanjutan. “Melalui pendekatan Community of Practice, kita ingin menciptakan budaya belajar bersama antar kader, petugas kesehatan, dan masyarakat agar posyandu bisa benar-benar menjadi pusat layanan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Dengan terbentuknya CoP di Posyandu Kelurahan Selaparang, diharapkan partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan primer akan meningkat, kasus penyakit kronis dapat ditekan, dan pada akhirnya tercapai kemandirian kesehatan masyarakat yang menjadi target utama program hibah pengabdian masyarakat pemula DRTPM DIKTI ini. (ron)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO