PEMERINTAH Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Berkat kolaborasi lintas sektor, angka stunting di kelurahan ini terus mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2023, jumlah sasaran balita stunting tercatat sebanyak 61 anak. Namun, berkat berbagai intervensi dan program kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 24 kasus pada tahun 2024. Bahkan, berdasarkan data per Januari 2025, jumlah kasus kembali menurun menjadi 20 balita.
Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah menyampaikan, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama aktif berbagai pihak, seperti puskesmas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), kader posyandu, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat.
“Penurunan angka stunting ini tidak bisa lepas dari kerja sama lintas sektor. Semua pihak terlibat aktif, baik dalam edukasi, pemantauan gizi, hingga pendampingan keluarga,” ujarnya, Minggu, 21 September 2025.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara rutin kepada ibu hamil dan balita yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan. PMT dinilai efektif membantu mencukupi kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
“Oleh karena itu, pencegahan harus kita lakukan sedini mungkin agar dampaknya bisa lebih optimal,” tambahnya.
Selain PMT, edukasi kepada orang tua terus digencarkan, terutama terkait pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala di posyandu.
Pemerintah Kelurahan Pagesangan Barat menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka stunting hingga ke level terendah, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Harapannya, setiap anak di wilayahnya dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting.
“Semoga tahun depan kasus stunting kita bisa terus menurun, bahkan kalau bisa menjadi nol,” pungkas Putri. (pan)


