Kota Bima (Suara NTB) – Tiga sungai utama di Kota Bima kini tengah menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima bersama tim DLH Provinsi NTB, melakukan pengambilan sampel air di Sungai Lampe, Sungai Oimbo, dan Sungai Rabadompu, untuk memperlihatkan kondisi faktual kualitas air di setiap lokasi.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin, menegaskan, pemantauan ini bukan hanya sekadar rutinitas. Menurutnya, sungai adalah sumber daya vital bagi masyarakat.
“Air sungai adalah salah satu sumber daya vital bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, kita akan mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran maupun kelayakan air sungai sehingga bisa menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan lingkungan ke depan,” paparnya, Selasa (23/9/2025).
Ia menjelaskan, air sungai dikumpulkan dalam volume kecil untuk kemudian diuji di laboratorium. Selain air, tim juga mengambil sampel sedimen serta mengukur parameter fisik dan kimia. Ia menambahkan, data ilmiah yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting dalam menyusun strategi pengendalian pencemaran.
Pemkot Bima, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, tetapi membutuhkan bukti valid yang bisa dipertanggungjawabkan.
Syahrial menekankan, pemantauan kualitas air sungai juga bagian dari upaya memastikan pembangunan Kota Bima tetap sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan masyarakat agar berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah sembarangan.
“Ke depan, kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala, tidak hanya di sungai tetapi juga pada sumber air lainnya. Hasil pengujian akan dipublikasikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini, menurut DLH, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga. “Dengan mengetahui kondisi sungai secara terbuka, masyarakat diharapkan lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Kerja sama dengan DLH Provinsi NTB juga diharapkan memperkuat sinergi antarlembaga. Dengan begitu, pengendalian pencemaran bisa lebih efektif dan menyentuh akar persoalan.
Pemkot Bima menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas lingkungan hidup. “Visi Kota Bima yang BISA (Bersih, Indah, Sehat, Asri) akan diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan,” tutupnya. (hir)


