spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBDorong Keterbukaan Informasi Kesehatan, UBG Gelar Seminar Digitalisasi Layanan Farmasi.

Dorong Keterbukaan Informasi Kesehatan, UBG Gelar Seminar Digitalisasi Layanan Farmasi.

Mataram (Suara NTB) – Universitas Bumigora (UBG) menyelenggarakan Seminar Internasional Digitalisasi Layanan Farmasi, di Aula Sport Center, UBG, Jumat, 26 September 2025 Seminar ini bertujuan untuk mendorong keterbukaan informasi ihwal layanan kesehatan.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta baik mahasiswa dan dosen ini berlangsung khidmat. Adapun tema yang diangkat adalah International Seminar of the Digitalization of Pharmaceutical Care.

Rektor UBG, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., pada Jumat, 26 September 2025 mengatakan, seminar ini penting tidak saja bagi mahasiswa, tapi juga apoteker untuk menambah khazanah pengetahuan seputar ilmu farmasi.

“Kegiatan (seminar) farmasi ini tidak hanya berbicara tentang obat saja, tapi bagaimana komunikasi itu terjadi lewat digital,” katanya.

Anthony menyampaikan, adanya upaya digitalisasi di bidang farmasi, akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengakses layanan informasi, terutama perihal obat yang dikonsumsi.

“Keterbukaan ini penting, sehingga pasien lebih tahu tentang sesuatu obat dan kegunaannya bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Tak hanya itu, upaya digitalisasi dalam bidang farmasi juga akan memudahkan apoteker dan juga dokter dalam bidang pekerjaannya.

Seminar yang juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Farmasi Dunia ini turut dihadiri oleh apoteker dari Belanda, Rob Linde.

Rob sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan, diperlukan langkah nyata dalam menjawab kompleksnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat saat ini.

“Mulailah melangkah kemudian masalah yang ada itu Carikan solusinya, breakdown, pecah menjadi masalah-masalah kecil kemudian carikan solusi masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menunjang kualitas pelayanan farmasi di Indonesia dibutuhkan software (perangkat lunak) yang dapat mengakomodasi informasi pasien. Dengan adanya perangkat lunak itu apoteker atau dokter bisa melihat rekam medis pasiennya, termasuk riwayat pengobatannya.

“Sehingga itu bisa diintegrasikan dengan sistem yang ada untuk dokter ataupun para apoteker. (Juga) mereka bisa mengevaluasi secara terintegrasi dalam satu sistem,”  jelas Rob.

Bagi Rob, layanan kefarmasian sangat penting untuk menunjang kesehatan masyarakat. Pengobatan, jelasnya, adalah cara yang paling utama untuk mengobati penyakit. “Sehingga pengobatan itu harus diutamakan,” tandasnya. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO