Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengingatkan delapan orang Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik agar tidak sombong dan tetap menjaga integritas dengan jabatan yang diemban.
“Jangan terlena dengan seremoni pelantikan ini dan segera bekerja menunjukkan dedikasi nyata karena jabatan adalah amanah. Tidak perlu disombongkan, melainkan sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” kata Jarot, Rabu, 1 OKtober 2025.Jarot melanjutkan, tantangan ke depan semakin kompleks, baik dari sisi global, nasional, maupun lokal. Ia mendorong agar para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja cepat, membangun kolaborasi lintas sektor, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sumbawa sedang bergerak menghadapi perubahan global, dinamika ekonomi nasional, dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Kita harus adaptif, inovatif, serta mampu bekerja lintas sektor,” ucapnya.
Jarot turut menekankan pentingnya sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyukseskan program yang sudah ditetapkan. Apalagi keberhasilan pembangunan daerah bukan karena hasil kerja satu orang atau satu dinas, melainkan hasil dari kerja kolektif dan kebersamaan.
“Kepada pejabat baru kami berharap bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. Mari tunjukkan integritas, loyalitas, dan kinerja terbaik untuk Kabupaten Sumbawa yang kita cintai bersama,” tukasnya.
Memilih untuk Tidak Melantik Adiknya sebagai Kadis Dikbud
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot di momen tersebut memilih untuk tidak melantik adiknya sendiri Muliyono menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) meski namanya masuk tiga besar hasil pelaksanaan seleksi jabatan tinggi pratama (JPT).
“Adik saya pun kalau memang belum kapabel, ya tidak saya dorong. Saya tidak akan memaksakan. Kalau pun dia nanti menempati posisi tertentu, itu karena memang layak dan sesuai dengan kualifikasi,” ucapnya.
Ia melanjutkan, proses seleksi yang dilakukan dalam mengisi jabatan tersebut sudah sangat transparan. Sehingga delapan orang yang dilantik merupakan orang yang terbaik dari yang baik dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Kami ingin memberikan ruang bagi ASN yang berprestasi dan memenuhi syarat, agar dapat berkembang secara profesional. Ini bagian dari upaya mendorong regenerasi dalam birokrasi,” ujarnya.
Ia berharap kepada kepala Dinas Dikbud yang baru agar bisa melanjutkan program-program strategis di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu pejabat yang baru juga diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Proses pengisian jabatan ini dilakukan secara terbuka dan akuntabel, jadi tidak ada kaitannya dengan ikatan kekeluargaan dan masalah lainnya,” tambahnya.
Adapun pejabat yang dilantik tersebut yakni Didi Hermansyah, diangkat menjadi Inspektur seteleh sebelumnya menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Muhammad Sofyan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sebelumnya Kabid Air Minum dan Sanitasi, Dinas PUPR.
Budi Sastrawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya Kabag Pemerintahan Setda. Sarip Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan yang sebelumnya menjabat Kabid P2PL Dinas Kesehatan. Dan, Witri Ulandari, sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP yang sebelumnya sebagai Kabid Perencanaan di Bapenda.
Kemudian, Saifuddin, S.P., Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BPBD. Hardianto, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebelumnya Sekretaris Bapenda. Dan, Budi Santoso, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa sebelumnya Sekretaris BKPSDM. (ils)



