spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBanyak Desa di Lobar Sekadar Sandang Status Desa Wisata

Banyak Desa di Lobar Sekadar Sandang Status Desa Wisata

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah desa wisata di Kabupaten Lombok Barat sesuai dengan SK yang dikeluarkan oleh Pemkab setempat sebanyak 60 desa wisata sampai tahun 2022. Namun dari jumlah ini, banyak desa wisata yang mati suri, atau sekadar label karena tidak berkembang. Desa ini hanya menyandang status desa wisata.

Untuk itu Dinas Pariwisata Lobar pun melakukan kurasi atau seleksi terhadap keberadaan desa wisata ini. Dari 60 desa wisata ini, hanya beberapa yang berstatus berkembang secara faktual di lapangan.

Kabid Pengembangan SDM Dinas Pariwisata Lobar Irman Sumantri menjelaskan melalui Lomba Desa Wisata atau Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini Pihaknya melakukan kurasi keberadaan desa wisata ini.

“Lewat Lomba Desa Wisata atau ADWI ini kita akan kurasi keberadaan desa wisata kita di Lombok Barat,”tegasnya, saat ditemui Rabu, 1 oktober 2025. Dari 60 desa wisata, pihaknya melakukan seleksi, dimana ada 30 desa layak yang diundang untuk ikut lomba desa wisata.

“Kita sudah surati 30 desa wisata untuk ikut lomba desa wisata,”paparnya. Di mana 30 desa ini kemudian diberikan pendampingan untuk bisa mengisi form yang sudah disediakan di google form untuk pendaftaran dan mengisi sejumlah persyaratan yang sudah disiapkan.Hingga tanggal 30 September batas pengisian form hanya 13 Desa yang mengisi dan ikut dalam lomba desa wisata.

“Dari 30 desa yang kita undang, hanya 13 yang mengisi sisanya tidak masuk,” tegasnya. Selanjutnya setelah masuk 13 desa yang menjadi peserta lomba desa wisata, panitia menetapkan dua kategori yaitu kategori Kelembagaan dan Kategori Daya Tarik Desa Wisata. Ada dua kategori yang dihasilkan kategori Kelembagaan dan  Daya tarik, jadi kategori kelembagaan ada 13 desa wisata dan di kategori daya tarik ada 10 desa wisata.

Sejauh ini lanjut dia, 13 desa yang menyelesaikan pengisian form dalam lomba desa ada Desa Gelangsar, Desa Bukittinggi , Desa Sedau, Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada, Desa Banyumulek , Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung.

Sedangkan desa wisata yang sudah terkenal dan memiliki potensi tidak ikut dalam lomba desa wisata karena tidak mengisi form yang sudah disediakan. Seperti Desa Sesaot, Desa Buwun Sejati, Senggigi dan desa-desa lainnya.

‘’Yang ikut ini adalah desa wisata yang memang ingin benar-benar mau maju dan berkembang desa wisatanya, karena kita sudah menggandeng pelaku pariwisata travel agent untuk membantu promosi desa-desa wisata ini,’’ujarnya.

Ditegaskan Irman, di Lombok Barat ada 60 desa wisata yang sudah di tetapkan berdasarkan SK Bupati tahun 2022, namun setelah itu banyak desa wisata yang tidak aktif. Berdasarkan hasil riset, 60 desa wisata ini yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati tahun 2022, desa wisata yang berstatus desa berkembang hanya lima desa. Sedangkan sisanya desa wisata ini masih berstatus rintisan. “Banyak desa wisata yang masih rintisan,”imbuhnya.

Kendala desa wisata ini tidak berjalan maksimal, tiga unsur berbeda pandangan. Seperti kades, Bumdes dan Pokdarwis. Tiga unsur ini harus satu arah mengembangkan pariwisata didukung oleh masyarakat. Untuk membangkitkan desa wisata ini, Pihaknya melalui ADWI menyeleksi atau memetakan dan membangkitkan lagi desa wisata ini sesuai potensinya.

Di sini lanjut dia, perlu desa wisata ini serius mengembangkan diri sesuai potensi. Seperti beberapa desa yang wisatanya berkembang saat ini. Pihaknya pun akan menyentuh desa-desa yang serius mengembangkan potensi desanya. Selanjutnya nanti setelah dilakukan kurasi ini, akan menjadi acuan untuk memberikan pendampingan, pembinaan kepada mereka. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO