spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAMaksimalkan Pendataan, Dinkes Bentuk Satgas TB di Tingkat Desa

Maksimalkan Pendataan, Dinkes Bentuk Satgas TB di Tingkat Desa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa akan membentuk desa siaga Tuberkulosis (TB) untuk memaksimalkan pendataan masyarakat yang memiliki penyakit TB, pendampingan hingga pengobatan terhadap mereka.

“Jadi, untuk tahap awal kita akan menggerakkan tiga kecamatan dulu. Dari masing-masing kecamatan itu, kita akan ambil satu desa dengan melibatkan lintas sektor dalam penanganan lebih lanjut,” kata Kepala Dinkes Sumbawa, H. Sarif Hidayat, kepada wartawan, Rabu, 1 Oktober 2025.

Ia melanjutkan, keterlibatan lintas sektor yang ada di masing-masing desa tersebut yang terdiri dari tokoh agama, tokohmasyarakat, dan masyarakat secara umum. Hal itu dilakukan sehingga dalam pengendalian TB nantinya bisa lebih komprehensif di tingkat desa.

“Jadi, tidak hanya dari sisi penemuan kasusnya maupun dari sisi pengobatan terhadap para penderita TB sampai tuntas. Kalau bisa nantinya ada yang dibentuk di tingkat desa,” ujarnya.

Ia meyakinkan, pembentukan tim di tingkat desa dilakukan pihaknya dengan harapan setiap penemuan kasus bisa ditangani hingga tuntas termasuk pengobatan. Tim ini nantinya akan bekerja dengan para petugas kesehatan yang ada di masing-masing Puskesmas.

“Pola demikian kami lakukan sehingga penanganan terhadap TB ini bisa lebih maksimal karena para penderita nantinya akan dikawal secara khusus dari segi pengobatannya,” tambahnya.

Disinggung terkait temukan kasus TB di Sumbawa hingga awal bulan Oktober ini, Sarif menyebutkan saat ini tercatat sudah ada 575 kasus. Angka temuan tersebut tentu belum sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah karena masih jauh dari angka 50 persen.

“Di tahun 2025 kita harus mampu menurunkan angka TB itu 50 persen dari target yang diberikan. Kalau melihat dari standar 163 per 100 ribu penduduk maka target kita belum tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, total jumlah penduduk Sumbawa saat ini 530.000 artinya paling tidak harus menemukan sekitar 750 kasus. “Karena angka temuan kita saat ini masih rendah, sehingga kami berharap desa siaga TB ini bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pendataan,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO