spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURSukseskan MotoGP Mandalika  

Sukseskan MotoGP Mandalika  

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) memastikan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyukseskan gelaran MotoGP Mandalika 2025. Optimisme ini salah satunya ditopang oleh tingginya animo masyarakat terhadap tiket yang dipromosikan oleh pemkab.

Disebut, dari 2.000 tiket yang diambil, sudah laku sebanyak 1.800. Sisanya sebelum gelaran MotoGP Minggu lusa, semua diyakini akan habis terjual.

Tiket tersebut didistribusikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku usaha lokal atas arahan Bupati Lotim. Juaini menegaskan bahwa bagi ASN, pembelian tiket bersifat sukarela dan tidak diwajibkan. Tiket untuk ASN dijual dengan harga Rp 400.000, lebih rendah dari harga khusus untuk masyarakat ber-KTP Lotim dan NTB yang ditetapkan sebesar Rp 450.000.

Meski berperan dalam penjualan tiket, partisipasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Lotim dalam event tahun ini tidak sebanyak edisi sebelumnya. Juaini menjelaskan bahwa hal ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi NTB untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada kabupaten dan kota lainnya.

“Belasan pelaku UKM dari Lombok Timur yang ikut berpartisipasi. Jumlah ini berkurang karena pengelola meminta giliran, mengingat tahun sebelumnya UKM asal Lotim yang paling banyak,” jelasnya.

Di luar partisipasi langsung, Juaini menyoroti dampak ekonomi MotoGP yang paling terasa di sektor pendukung. Menurutnya, distribusi hasil hortikultura, tenaga kerja, dan logistik untuk event tersebut sebagian besar disuplai dari Lotim. Posisi Lotim sebagai daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diyakini akan membawa dampak positif, meski sejauh ini sektor wisata belum merasakan dampak yang merata.

“Beberapa destinasi seperti Tetebatu dan Kembang Kuning masih menjadi tempat menginap pengunjung, namun tidak sebanyak yang diharapkan,” ujarnya.

Ia juga mengamati preferensi wisatawan domestik, khususnya dari Jawa dan Bali, yang lebih memilih akomodasi dengan fasilitas lobi atau ruang berkumpul, dibandingkan homestay yang banyak tersedia di Lotim.

Juaini menyarankan agar MotoGP tidak hanya dilihat sebagai event tahunan, tetapi dimanfaatkan sebagai momen promosi wisata jangka panjang. “Kalau hanya datang saat MotoGP akan rugi. Namun, kalau datang menonton MotoGP dan setelahnya berlibur bersama keluarga, pasti akan berdampak besar bagi perekonomian,” paparnya.

Ia menekankan pentingnya menyamakan ekspektasi wisatawan dari media sosial dengan kenyataan di lapangan untuk menciptakan kepuasan. Juaini berharap pelayanan dan keramahan warga Lotim dapat meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu MotoGP, sehingga mereka berkenan untuk kembali di kesempatan lain. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO