Mataram (Suara NTB) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 28 Ampenan mulai memfungsikan Interaktif Falt Panel (IFP) atau Smartboard untuk pembelajaran di dalam kelas, pada Jumat, 3 Oktober 2025.Pemanfaatan perangkat elektronik tersebut terbukti memancing rasa penasaran siswa untuk belajar dengan penuh suka cita.
Plt. Kepala SDN 28 Ampenan, Hardiansyah pada Jumat, 3 Oktober 2025 menyambut baik pengadaan layar Interaktif untuk pembelajaran di sekolah. Menurutnya, ini bentuk kepedulian pemerintah untuk mendukung pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
Setelah Smartboard itu tiba di sekolahnya, Hardiansyah segera menyosialisasikan perangkat tersebut kepada siswa-siswinya. “Anak-anak sangat senang karena punya media pembelajaran yang betul-betul dianggap canggih dan modern,” katanya.
Meski jumlahnya satu, Hardiansyah tetap bersukur sekolahnya mendapat layar interaktif tersebut. Saat ini, pihaknya tengah merencanakan bagaimana skema pemanfaatan Smartboard itu di tengah keterbatasan jumlah unitnya.
“Tentunya nanti kalau ada guru-guru kelas yang ingin menggunakan dan yang sesuai materi pembelajarannya nanti dia akan meminjam dan dipasangkan oleh operator sekolah,” terangnya.
Dari pantauan, penggunaan Smartboard sebagai media pembelajaran membuat suasana belajar semakin interaktif. Siswa-siswi terlihat antusias dengan media belajar mereka yang baru itu.
Raisa, siswi kelas 6 SDN 28 Ampenan, mengaku senang dengan adanya Smartboard di sekolahnya. “Seru. Karena pakai (media) elektronik yang baru,” ungkapnya.
Menurutnya, banyaknya fitur canggih di Smartboard menambah keceriaannya dalam belajar. “Papan tulis manual agak buram. Kalau Smartboard ini lebih terang,” tuturnya.
Pengadaan IFP atau Smartboard ini merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen. Kementerian berencana mendistribusikan sebanyak 330.000 unit ke seluruh sekolah di Indonesia pada 2025.
Di Kota Mataram sendiri, sejauh ini sudah ada 126 satuan pendidikan yang menerima bantuan layar interaktif tersebut. (sib)


