spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHKolaborasi Strategis Pemprov NTB dengan PT HM. Sampoerna, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan...

Kolaborasi Strategis Pemprov NTB dengan PT HM. Sampoerna, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dari Desa Melalui Program Desa Berdaya

PEMPROV NTB bersama PT HM Sampoerna Tbk., memulai kolaborasi strategis dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di mulai dari desa melalui Program Desa Berdaya. Program strategis ini dimulai dari Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya dan Desa Lendang Are, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng).

Selain memperkuat kemandirian desa, kehadiran Program Desa Berdaya tersebut juga diharapkan bisa menjadikan desa-desa tersebut menjadi desa yang maju. Sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari desa-desa yang lain.

“Di NTB total ada 106 desa yang jadi target pemerintah provinsi untuk Program Desa Berdaya. Dan, untuk Loteng kita mulai di dua desa dulu. Desa Ungga dan Desa Lendang Are,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H.Lalu Moh. Faozal, S.Sos.M.Si., usai membuka kegiatan Sinergi NTB Makmur Mendunia yang menjadi rangkaian pelaksanaan Program Desa Berdaya di Swiss Bellcourt Hotel Lombok Desa Tanak Awu, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, Program Desa Berdaya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta peningkatan dan pengembangan produk UMKM lokal. Dengan melibatkan pihak ketiga sebagai mitra. Di mana masyarakat dan pelaku UMKM yang ada akan mendapat pelatihan dan pendampingan pengembangan produk khas desa setempat secara berkelanjutan.

Produk itulah yang kemudian dikembangkan dan diperluas pemasaranya. Sehingga pada akhirnya bisa memberi nilai tambah bagi peningkatan perekonomian masyarakat di desa tersebut. “Jenis produk yang kembangkan merupakan produk lokal. Jumlahnya bisa lebih dari satu jenis di setiap desa. Tetapi diupayakan tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya,” sebutnya.

Faozal menambahkan dalam menjalankan program pembangunannya Pemprov NTB saat ini tidak hanya mengandalkan pada anggaran daerah saja. Pelibatan pihak ketiga juga mulai didorong agar bisa berkontribusi lebih besar lagi. Sehingga membantu percepatan pembangunan di daerah ini.

“Kolaborasi dengan PT Sampoerna ini merupakan salah satu wujud pelibatan pihak ketiga dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di NTB. Tidak hanya di Loteng tetapi juga di kabupaten/kota lainnya di NTB,” tegas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB ini.

Terpisah, Kepala Urusan Hubungan Regional dan Keberlanjutan PT Sampoerna Arief Triastika, menambahkan, pihaknya percaya bahwa desa dan UMKM yang tumbuh kuat akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk ikut terlibat dalam mendukung pengembangan UMKM di NTB.

Pihaknya yakin dan berharap program-program pendampingan UMKM yang dijalankan nantinya bisa melahirkan Sampoerna-Sampoerna lain di Indonesia, termasuk di NTB. Karena sebelum menjadi sebuah perusahaan seperti sekarang ini, Sampoerna juga berawal dari sebuah UMKM toko kelontong di Surabaya, Jawa Tmur. (kir/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO