Giri Menang (Suara NTB) – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat (Lobar), pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi NTB Ir. Ahmadi, SP-1., Kepala DLH Lobar M. Busyairi, Kepala Dinas Sosial Lobar H. Lalu Winengan, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, Menteri Lingkungan Hidup memberikan motivasi pada siswa SRMP.
Pada kesempatan ini Hanif memberikan pesan penting tentang kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini kepada para siswa. Sejak awal semua siswa, termasuk SRMP 18 Lobar ini harus menjadi generasi yang sadar lingkungan dan memiliki semangat belajar tinggi demi masa depan Indonesia.
“Mulai dari sini kita harus sadar terhadap lingkungan. NTB, khususnya Lombok Barat, sangat indah dan sangat layak untuk dijaga dengan serius. Di pundak adik-adiklah harapan bangsa ini dititipkan. Indonesia tahun 2045 harus menjadi Indonesia maju, dan syaratnya adik-adik harus sehat, rajin belajar, serta percaya diri,” ujarnya mengingatkan.
Hanif menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari setiap individu, termasuk anak-anak.
“Sekaya apapun lingkungan kita, kalau tidak kita jaga, nanti akan rusak dan berantakan. Karena itu, mulai dari kecil kita harus dikenalkan dengan masalah lingkungan,” pesannya.
Ia juga mengaitkan pentingnya pelestarian lingkungan dengan kemajuan bangsa. Menurutnya, tidak ada satu pun negara maju di dunia yang lingkungannya rusak. “Saya sudah keliling ke banyak negara, dan tidak ada satu negara pun yang bisa maju kalau lingkungannya rusak. Kalau lingkungan kita rusak, sudahlah, kita tidak mungkin menjadi negara maju,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup kagum terhadap keindahan alam NTB yang disebutnya tak kalah cantik dengan Pulau Bali.
“Nusa Tenggara Barat ini adalah provinsi kepulauan yang sangat cantik dan indah. Kebetulan kita juga dekat dengan Pulau Bali atau orang sering menyebutnya Pulau Dewata. Padahal Pulau Lombok ini juga Pulau Dewata — sama-sama indahnya. Saya sudah lihat pantai-pantainya, sama-sama mempesona,” sanjungnya.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan aksi bersih Pantai Bintang di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Sabtu, 11 Oktober 2025 pagi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Patijaya dan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri. Setelah itu, Menteri Lingkungan Hidup meninjau budidaya maggot di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu siang. Sementara pada sore harinya, meninjau Tempat Pengolahan Akhir Regional Kebon Kongok. (ham)



