spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPanen Raya Lapas Lombok Barat: Warga Binaan Buktikan Kontribusi, Hasilkan 1 Ton...

Panen Raya Lapas Lombok Barat: Warga Binaan Buktikan Kontribusi, Hasilkan 1 Ton Cabai Kualitas Nasional

Giri Menang (suarantb.com) – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat menunjukkan hasil yang signifikan dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Pada Rabu (22/10/2025), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil mencatatkan total panen cabai merah besar sebanyak 1.007 ton dari lahan seluas 25 are yang dikelola secara mandiri.

Pencapaian satu ton lebih cabai ini merupakan akumulasi dari dua kali panen. Panen pertama pada 15 Oktober menghasilkan 572 kilogram, dan panen kedua pada 22 Oktober menambah 435 kilogram.

Tembus Pasar Nasional

Cabai hasil budidaya WBP ini tidak hanya dikonsumsi lokal, tetapi berhasil menembus pasar industri nasional. Seluruh hasil panen dijual kepada CV. Putra Mandiri yang berlokasi di Brebes, Jawa Tengah, dengan harga Rp30.000 per kilogram.

Direktur Utama CV. Putra Mandiri, H. Nonok Hartono, secara langsung mengapresiasi kualitas produk pertanian dari Lapas tersebut.

“Kualitas cabainya sangat konsisten dan memenuhi standar industri. Kami akan menyalurkannya ke beberapa pabrik besar seperti Sasa, ABC, Sparindo, dan Indofood. Ini menunjukkan bahwa hasil pembinaan di Lapas mampu bersaing di pasar nasional,” ujar Nonok, menegaskan kualitas hasil panen Lapas Lombok Barat.

Bukti Pembinaan yang Mandiri dan Produktif

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyatakan keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan berbasis kemandirian mampu memberikan manfaat ganda, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun dalam implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terkait ketahanan pangan.

“Capaian ini tidak hanya tentang hasil panen, tapi tentang perubahan pola pikir warga binaan. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama,” ungkap Fadli.

Ia menambahkan optimisme bahwa panen akan terus berlanjut karena lahan yang dikelola WBP masih sangat produktif. Lapas berencana memperluas lahan dan memperkuat program pertanian ini ke depan.

“Kami ingin menjadikan program ini sebagai contoh nyata bahwa dari dalam Lapas pun, warga binaan bisa berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Keberhasilan panen ini menegaskan bahwa program Pemasyarakatan Produktif di Lapas Lombok Barat bukan sekadar kegiatan, tetapi merupakan langkah konkret dalam mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO