Giri Menang (Suara NTB) – Udang Vaname seberat 2,5 ton hasil budidaya sistem bioflok SMKN 1 Lembar Lombok Barat (Lobar) bekerja sama dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) dipanen, Sabtu, 3 Agustus 2024. Panen raya tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB, H. Hassanudin didampingi Pj Bupati Lobar H Ilham, jajaran Kepala OPD dan Kepala SMKN 1 Lembar Ahmad Quroni serta civitas sekolah ketika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB se-Pulau Lombok di SMKN 1 Lembar.
“Luar biasa hasil kerja sama sekolah dan dunia usaha. Ini harus terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan NTB,’’ puji Pj Gubernur. Dikatakannya, sekolah menengah kejuruan dengan core business kelautan ini berhasil mengimplementasikan dunia pendidikan dan dunia kerja yang sesungguhnya. Pj Gubenur pun mengapresiasi upaya yang dilakukan Kadis Dikbud NTB dan kepala SMKN 1 Lembar karena telah melakukan program ini.
Hassanudin menekankan kepada sekolah-sekolah kejuruan lain di NTB, untuk mencontoh SMKN 1 Lembar. Sesuai dengan core atau keunggulan di masing-masing sekolah. “Saya sebagai Pj Gubernur mengapresiasi penuh apa yang dilakukan Dikbud dan khususnya SMKN 1 Lembar. Ini perlu menjadi contoh sekolah-sekolah kejuruan lain, sesuai dengan core masing-masing sekolah,”ujarnya. Dan ke depan Pemprov memprioritaskan sekolah yang mengembangkan program semacam ini.
“Kita dari pemerintah (Pemprov) akan intervensi, apa yang menjadi kendala, apa perlu kita support pemerintah akan dukung penuh. Apakah itu pendampingan maupun pembiayaan,”tegasnya. Diketahui, hasil budidaya 300 ribu ekor Udang Vaname dengan sistem bioflok ini menghasilkan 2,5 ton.
Pihak sekolah bekerja sama dengan UP Berkah Lestari Bahari SMKN Lembar dan PT. Pradipta Paramita. Di tempat yang sama, Kepala SMKN 1 Lembar Ahmad Quroni mengatakan, budidaya Udang Vaname ini setelah dilakukan riset selama setahun lalu. Dimana budidaya diintervensi dalam diameter yang lebih besar lagi.
“Dan alhamdulillah inilah hasilnya yang sama-sama kita lihat. Hasilnya bisa diekspor langsung dengan hasil lebih baik sekitar total 2,5 ton,” sebut Quroni.
Yang lebih membanggakan, budidaya dilakukan oleh siswa siswi jurusan agribisnis perikanan air laut kerja sama dengan pihak perusahaan. Hasil budidaya ini pun langsung diambil oleh perusahaan eksportir dari Surabaya. Yang saat ini diharapkan bisa diintervensi 1,5 ton. Terkait budidaya bibit udang, pihaknya sudah ada MoU dengan perusahaan luar negeri untuk setiap panennya akan diimpor paling tidak 3 kwintal sekali pengiriman,
Tentunya dengan capaian ini, pihaknya juga berharap dukungan langsung pemerintah provinsi ataupun pusat. Sebab walaupun sekolahnya terbilang pelosok atau sekolah bawaq gunung namun bisa membuktikan ketangguhannya.
“Dan ini telah dilihat seperti apa hasilnya. Biar beliau-beliau yang melihat bagiamana kita bekerja untuk negeri dan daerah NTB. Kita mau memberikan trust, dan hasil kerja serta anak-anak sudah membuktikan,’’ujarnya. Bahkan program budidaya ini dihasilkan dari kerja sama dengan pihak industri. Sebab kalau bicara pendanaan dari sekolah, diakui tidak akan mampu membiayai. Pihaknya juga berharap ke depan pemerintah perlu lebih memperhatikan siswa siswi SMKN 1 Lembar, sebab banyak yang berasal dari latar belakang pra sejahtera. Dan pihaknya berupaya mengembangkan mereka untuk mewujudkan harapan dan mimpinya. “Setelah lulus bisa punya keahlian dan bekerja,”ujarnya.
Sementara itu, Pj Bupati Lobar mengatakan, apa yang dilakukan SMKN 1 Lembar menjadi salah satu contoh praktik baik yang harus diciptakan oleh sekolah-sekolah lainnya. Sekolah didorong untuk menciptakan keunggulan tersendiri sesuai dengan kekhususan di masing-masing sekolah dan kearifan lokal yang dimiliki.
‘’Ini (SMKN 1 Lembar) patut dicontoh,”katanya. Ia pun telah menyampaikan ke Kadis Dikbud agar membantu sekolah mengembangkan budidaya Udang Vaname ini, sebab di sekolah masih ada lahan tersedia.
Pihaknya juga telah mendorong Dikbud menganggarkan untuk pengembangan agar produksi lebih banyak lagi. Sebab biaya tidak terlalu besar, satu kolam besar tidak sampai Rp200 juta, kalau diintervensi oleh siswa siswi. “Mudah-mudahan bisa diintervensi oleh Dikbud NTB,”harapnya. (her)


