Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., meresmikan ruang operasi Modular Operating Theatre (MOT) milik RSUD Manggelewa. Keberadaan MOT ini akan semakin meningkatkan layanan Kesehatan bagi masyarakat Dompu bagian barat, sebagian warga Bima dan Sumbawa. Karena di RSUD Manggelewa didukung sembilan orang dokter spesialis.
MOT merupakan ruang operasi modern yang dirancang secara modular dengan teknologi terintegrasi untuk efisiensi, kebersihan, dan fleksibilitas tinggi. Sistem ini memungkinkan instalasi lebih cepat dan adaptasi yang lebih baik terhadap kebutuhan medis, dengan menggunakan panel dinding khusus dan komponen-komponen yang dirancang untuk sterilitas tinggi.
Pada kamar operasi ini dapat dilakukan berbagai jenis operasi, mulai dari bedah umum hingga prosedur khusus seperti bedah pencernaan, bedah saraf, bedah onkologi, bedah ortopedi, dan bedah kardiovaskular. Termasuk operasi Caesar untuk ibu hamil.
Peresmian MOT ruang operasi RSUD Manggelewa oleh Bupati Dompu, Rabu, 29 Oktober 2025. didampingi juga oleh Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun Bersama direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, S.Sos., MPH., para dokter spesialisnya dan pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Kabupaten Dompu.
“Saya bangga dengan kehadiran MOT di RSUD Manggelewa. Ruang operasi ini menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki rumah sakit sebagai rujukan bagi Puskesmas yang ada di wilayah Dompu Barat,” kata Bupati Dompu, Bambang Firdaus.
Ia pun menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan RSUD Manggelewa sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu dalam memberikan pelayanan publik yang prima.
Kendati demikian, Bambang berharap, rumah sakit menjadi tempat terakhir dikunjungi. “Maka jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya. Yang pertama itu, mari kita jaga kesehatan lingkungan, dan kesehatan diri. Itulah kenapa saya menggaungkan Gerakan Jumat bersih dan sampai rela bersihkan selokan. Untuk memberi contoh dan mau hidup bersih,” jelas Bambang.
Direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya sebelumnya menyampaikan, RSUD Manggelewa saat ini memiliki sembilan orang dokter spesialis dalam menunjang operasionalnya. Yaitu spesialis penyakit dalam, bedah, anak, kandungan (obgyn), paru, anastesiologi, radiologi, dan patologi klinik. Dari sembilan spesialis ini, enam orang spesialis diperbantukan dari RSUD Dompu dengan waktu kunjung sekali dalam sepekan.
“Keberadaan spesialis ini berhasil mendongkrak kunjungan ke RSUD Manggelewa bahkan lebih dari 100 persen, dan itu berdampak pada peningkatan PAD,” ungkap Laela Soraya.
Bangunan kamar operasi yang diisi dengan MOT ini, telah ada sejak awal RSUD Manggelewa dibangun. Hanya saja, bangunannya belum sesuai Peraturan Mentri Kesehatan (Permenkes) dan belum dilengkapi fasilitas, sehingga belum dioperasikan selama ini. Dengan dilengkapi MOT, kamar operasi ini bisa segera dioperasionalkan sehingga bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat Manggelewa, Kempo, Kilo, Pekat dan kabupaten tetangga. “Sehingga dapat mengurangi over kapasitas di RSUD Dompu,” jelasnya.
Direktur RSUD Manggelewa juga mengakui, masih banyak sarana dan prasarana yang harus terus dilengkapi kedepan untuk meningkatkan layanan bagi Masyarakat. Penambahan ruang rawat jalan, penambahan ruang IGD, penambahan IPAL, ruang oksigen, genset, dan SDM. “Kami masih sangat minim dokter spesialis. Jika para dokter spesialis kami bisa hadir full setiap hari layanan, tentu akan berdampak pada layanan kesehatan yang diberikan,” katanya.
Ia pun mengharapkan dukungan Camat, kepala desa, dan para tokoh masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan kenyamanan. Keamanan dan kenyamanan ini cukup berdampak bagi kesediaan para dokter dan dokter spesialis berprakter di RSUD Manggelewa. (ula)



