Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa melalui tim persiapan telah menetapkan lokasi untuk pembangunan jaringan irigasi Beringin Sila tahap II di Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan.
“Alhamdulillah Bupati sudah menandatangani untuk penetapan lokasinya (Penloknya) dengan nomor 1339 Tahun 2025 Tanggal 30 Oktober 2025,” kata kepala Dinas PRKP melalui Kabid Pertanahan Surbini, kepada Suara NTB, Jumat, 31 Oktober 2025.
Penlok tersebut ditetapkan setelah menindaklanjuti Surat Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I (NT) Mataram nomor KU 0207-Bbws16/1121 tanggal 23 Oktober 2025. Penetapan hokasi ini dilakukan setelah hasil konsultasi publik dengan pihak yang berhak terkena dampak telah bersepakat.
“Jumlah pihak yang berhak berdasarkan daftar adalah 44 Orang (51 Bidang) luas tanah lebih kurang 6,38 hektare, dengan lebar jaringan 15 meter dan panjang sekitar 4,26 kilometer,” ujarnya.
Pengembangan jaringan irigasi Beringin Sila lanjut nya bisa menjadi alternatif pengembangan pertanian di kecamatan Utan. Selain itu, hal tersebut juga merupakan inovasi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air dan lahan dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Pengembangan jaringan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air secara merata dan optimal dalam rangka pengembangan irigasi dan air baku,” sebutnya.
Pegembangan jalur kiri dari jaringan Irigasi yang terletak di saluran sekunder tersebut diprediksi akan mampu mengairi lahan seluas 6,38 hektare. Selain itu dengan panjang jaringan yang mencapai 4,26 kilometer bisa membantu masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.
“Jadi, tidak hanya jaringannya saja yang dibangun, tetapi nanti juga akan dibangun jalan limpas yang akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian,” tambahnya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan saluran irigasi ini baik itu pemilik lahan maupun masyarakat secara umum. Karena keberadaan saluran irigasi ini akan memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Adanya jaringan irigasi ini tentu akan meningkatkan produksi hasil pertanian, kalau biasanya hanya satu kali tanam bisa menjadi dua sampai tiga kali dalam mendukung program swasembada pangan,” tukasnya. (ils)


