Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi terminal parkir Segenter Kecamatan Lembar Lombok Barat kian memprihatinkan. Areal parkir becek dan berlumpur mengakibatkan para sopir tidak nyaman. Para sopir enggan memparkir kendaraan di sana, Mereka lebih memilih parkir sembarangan di pinggir jalan dan lokasi (tempat parkir) liar.
Tahun ini Pemkab dalam hal ini Bupati Lombok Barat (Lobar) berjanji akan menangani terminal ini, namun batal.
Pantauan media di Terminal Segenter, areal parkir tampak becek. Tempat parkir kendaraan terkubang bak kandang ternak. Kondisi ini terjadi dipicu hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Tampak beberapa kendaraan saja yang parkir di lokasi yang tak berlumpur. Sedangkan sebagian besar lahan yang becek kosong melompong.
Dari hasil pengamatan media, kendaraan truk kecil hingga besar lebih banyak parkir di pinggir jalan. Seperti di jalur simpang lima Patung Koperasi Gerung. Kendaraan tampak berjejer di pinggir jalan nasional itu hingga pengendara yang lewat harus berhati-hati. Para sopir turun beristirahat dan makan di sejumlah warung makan di jalur tersebut. Kemudian di jalur monumen Meriam, Jembatan Gantung. Kendaraan memenuhi pinggir jalan dan areal di dekat warung makanan di lokasi ini.
Selanjutnya sejumlah titik parkir terlihat di depan Jembatan timbang, Lembar. Di sini ada areal khusus parkir yang disiapkan bagi sopir hingga bermalam. Di jalur menuju Pelabuhan Gili Mas, beberapa titik areal parkir juga tampak ramai oleh kendaraan. Di sini areal parkir bagi truk dan truk besar pengangkut motor yang akan dikirim ke wilayah Mataram dan sekitarnya.
Kepala Dishub Lobar Baiq Yeni S Ekawati mengatakan terkait penanganan terminal Segenter, pihak Dinas PU sudah meminta gambar rencana revitalisasi. Pihaknya pun memberikan informasi soal rencana penanganan terminal itu, misalnya penataan areal parkir, membangun mushola dan tempat istirahat sopir.
“Kami sudah berikan layout-nya, Kita diskusi. Sekarang tinggal penanganan, pengerasan areal itu harus betul-betul bagus, disesuaikan dengan tonase kendaraan,” kata Yeni.
Menurutnya terminal itu butuh penimbunan dan pengerasan lahan parkir. Pihaknya bukan tidak mau membangun terminal itu. Awalnya, pihaknya mengira kalau terminal itu akan ditangani Dinas PU. Sebab pihaknya sudah memberikan dokumen gambar dan layout rencana revitalisasi terminal. Ia menampik jika batalnya revitalisasi terminal karena Dishub tak sanggup mencapai target PAD.
Ia memastikan, pihaknya tetap berupaya mencapai target PAD dari terminal itu, namun sarana dan prasarana fasilitas harus diperbaiki. Pihaknya berharap agar fasilitas terminal ini diperbaiki karena kondisi saat ini diakui parah sekali. Para sopir tidak berani masuk parkir di sana, karena khawatir tidak bisa jika manuver dengan muatan berat. “Kalau dia tumpah dia juga kan yang menanggung,”imbuhnya. (her)



