spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMTiga Kelurahan Rawan Banjir

Tiga Kelurahan Rawan Banjir

PEMERINTAH Kecamatan Cakranegara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan memetakan tiga kelurahan yang dinilai rawan potensi banjir.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi bencana agar peristiwa banjir besar yang sempat melanda wilayah tersebut pada awal Juli 2025 lalu tidak kembali terjadi.

Tiga kelurahan yang termasuk dalam kategori rawan banjir tersebut yakni Kelurahan Karang Taliwang, Mayura, dan Cakranegara Barat. Ketiganya memiliki karakteristik wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai serta sistem drainase yang rentan meluap saat intensitas hujan tinggi.

Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratie, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah preventif, salah satunya dengan mengaktifkan posko siaga bencana di setiap kelurahan. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam menangani potensi bencana alam, khususnya banjir dan pohon tumbang.

“Apapun jenis bencananya, kami sudah menyiapkan langkah antisipasi. Kondisi cuaca ekstrem saat ini paling rentan terhadap potensi banjir dan pohon tumbang di musim penghujan,” ujarnya, Jumat, 7 November 2025.

Dengan beroperasinya posko siaga di setiap kelurahan, Satuan Tugas (Satgas) bencana juga mulai dikerahkan untuk melakukan pemantauan di lapangan. Tim tersebut melibatkan unsur perangkat kelurahan, kepala lingkungan, ketua RT, kader linmas, serta mendapat dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengidentifikasi titik-titik rawan bencana di wilayah masing-masing.

Menurut Irfan, Kecamatan Cakranegara merupakan salah satu wilayah padat penduduk dengan tingkat mobilitas tinggi. Kondisi tersebut memperbesar risiko bencana, terutama karena banyaknya pepohonan di jalan utama maupun lingkungan permukiman. Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna melakukan perampingan dan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang.
“Selain penanganan struktural, kami juga mengedepankan pencegahan berbasis partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi. Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko banjir.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kami berharap warga tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap lancar dan lingkungan tetap bersih,” pesannya.

Melalui upaya kolaboratif lintas kelurahan, dukungan lintas instansi, dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Kecamatan Cakranegara berharap kesiapsiagaan ini dapat meminimalkan dampak bencana selama musim penghujan berlangsung. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO