spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPasok Kebutuhan MBG, Komisi IV DPR RI dan KKP Salurkan Bantuan Bibit...

Pasok Kebutuhan MBG, Komisi IV DPR RI dan KKP Salurkan Bantuan Bibit Ikan di BBI Lingsar

Giri Menang (Suara NTB) – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Lombok, NTB pada Selasa, 11 November 2025. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Balai Benih Ikan (BBI) Desa Batu Kumbung Lingsar Lombok Barat. Disini Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi SE atau Titiek Soeharto, bersama anggota menyerahkan bantuan ribuan benih ikan.

Putri mantan Presiden Soeharto itu menekankan agar hasil produksi ikan petani dibeli oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyerahan bantuan bibit ini diserahkan langsung Ketua Komisi IV DPR RI didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Tb Haeru Rahayu kepada Pj. Sekda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal disaksikan langsung pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Titiek Soeharto menyempatkan diri melihat kondisi BBI Batu Kumbung.

Bantuan 4.000 bibit ikan nila dan 150 ekor indukan lele yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan nantinya diharapkan membantu program MBG serta pertumbuhan ekonomi lokal.“Kita harapkan SPPG ini membeli dari kelompok budi daya ini. Jadi, ekonominya bergulir,” imbau Titiek Soeharto selepas acara. Putri kedua mendiang Presiden Soeharto berpesan agar bibit yang diserahkan itu dibagikan kepada para petani kelompok budi daya ikan di NTB, sehingga dapat berkembang dan diserap oleh SPPG.

Ia cukup kagum dengan capaian BBI Batu Kumbung tersebut. Meski bangunan itu sudah berdiri sejak tahun 1982, namun bisa tetap eksis dan memproduksi 8 juta benih ikan per tahun disebar ke seluruh NTB.“Masih bisa bermanfaat untuk masyarakat di sini, setahun bisa menghasilkan jutaan bibit ikan yang disebar ke seluruh NTB,” ucapnya.

Meski demikian, Titiek memberikan sedikit catatan terkait kondisi kebersihan BBI itu, agar bangunan tua itu bisa tetap terjaga kondisinya.“Tadi kita sudah serahkan bibit dan indukan dari Kementerian, calon indukan lele, kemudian anak-anakan nila yang bagus-bagus. Mudah-mudahan di sini bisa berkembang biak dan diteruskan untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Tb Haeru Rahayu, mengaku Kementerian sudah menyiapkan program khusus untuk mendukung program MBG. Salah satunya terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk produktivitas ikan.

“Contohnya bantuan aspirasi bioflok, mesin pencetak pakan, benih dan indukan, kami jalankan (bantu) setiap tahunnya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya membantu peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk pemahaman cara budi daya ikan yang baik dan benar, termasuk pemahaman terkait dengan kebersihan lingkungan untuk budi daya tersebut.

“Tadi sempat saya singgung, ‘Tolong teman-teman di sini agar CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik dan Benar) ditingkatkan. Jangan sampai ada lagi sampah, karena di situ potensi persoalan muncul kalau protokolnya tidak diikuti dengan baik,” pesannya. Sementara itu Pj Sekda Lalu Moh Faozal menyampaikan terimakasih atas kunjungan komisi IV DPR RI ke BBI.

Terkait BBI ini, semenjak dibangun semenjak Zaman Presiden Soeharto, Pemprov belum pernah memelihara dikarenakan keterbatasan pembiayaan. Namun BBI ini menjadi salah satu sumber bibit ikan di NTB. “Jadi berkenan mudah-mudahan kedepan ini (BBI) bisa akan lebih baik lagi,”kata dia. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO