spot_img
Kamis, Februari 5, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMOptimalkan Tanggul Sementara

Optimalkan Tanggul Sementara

PEMERINTAH Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, terus berupaya menekan dampak abrasi pantai yang semakin parah di kawasan pesisir Lingkungan Bugis. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan tanggul sementara menggunakan geobag atau bantalan pasir untuk menahan hantaman gelombang pasang.

Gelombang pasang yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat sebagian wilayah di pesisir Lingkungan Bugis mengalami abrasi cukup parah. Bahkan, sebagian akses jalan lingkungan mengalami amblas dan mengganggu aktivitas warga.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan pemasangan geobag di lokasi terdampak sejauh ini cukup efektif menahan terjangan ombak.
“Antisipasi yang bisa kami lakukan saat ini adalah menambah geobag yang diberikan oleh BBWS Nusa Tenggara dan Dinas PUPR. Langkah ini menjadi solusi sementara untuk menahan abrasi sebelum dilakukan penanganan permanen,” ujarnya, Rabu, 12 November 2025.

Menurut Rudy, penggunaan karung berisi pasir ini terbukti mampu mengurangi risiko air laut masuk ke rumah-rumah warga ketika gelombang pasang datang secara tiba-tiba. Selain itu, pemasangan geobag juga membantu menjaga kestabilan garis pantai agar tidak terus tergerus air laut.

Pihak kelurahan bersama petugas dari Dinas PUPR Kota Mataram terus berkoordinasi untuk memastikan fungsi tanggul sementara tetap optimal. Mereka juga menambah batu boulder di beberapa titik rawan abrasi, khususnya di bibir pantai yang langsung berhadapan dengan gelombang tinggi.

“Saat ini pemasangan geobag sudah selesai, tetapi bisa kami pasang kembali jika ada permintaan dari warga. Karung masih tersedia dan kami simpan di kantor kelurahan,” tambah Rudy.

Selain memperkuat tanggul sementara, Pemerintah Kelurahan Bintaro juga membentuk Satgas Bencana yang bertugas memantau kondisi cuaca dan pasang surut air laut setiap hari. Tim ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram untuk memberikan peringatan dini kepada warga jika terjadi potensi cuaca ekstrem.

Langkah antisipatif ini, lanjutnya, penting dilakukan karena cuaca tidak menentu dan gelombang pasang sering kali datang tanpa tanda-tanda jelas.
“Kami tidak ingin kejadian seperti awal tahun lalu terulang lagi, ketika abrasi membuat beberapa rumah warga hampir roboh. Karena itu, kewaspadaan harus tetap dijaga,” katanya.

Lebih lanjut, Rudy mengimbau warga pesisir agar terus waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi. Ia juga meminta warga untuk segera melapor ke pihak kelurahan jika melihat tanda-tanda abrasi bertambah parah.

“Kami sudah bangun posko bencana sebagai sarana koordinasi ,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO