spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Genjot Program Industrialisasi Produk Perikanan Kelautan

Sumbawa Genjot Program Industrialisasi Produk Perikanan Kelautan

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa, terus berupaya untuk mempercepat terwujudnya hilirisasi sejumlah produk unggulan daerah, salah satunya di sektor kelautan dan perikanan yang selama ini langsung dijual bebas ke pasar.

“Selama ini sebagian besar komoditas unggulan kita seperti udang vanamei, hasil tangkapan laut, dan garam dijual langsung tanpa proses pengolahan terlebih dahulu yang mengakibatkan harganya anjlok,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Rahmat Hidayat, kepada wartawan, Rabu, 12 November 2025.

Dayat melanjutkan, Sumbawa memiliki banyak komoditas bernilai ekonomi tinggi, baik dari hasil tangkapan laut maupun budidaya air payau (udang vanamei). Namun, untuk kegiatan pengolahan lokal masih sangat terbatas sehingga harganya cukup rendah.

“Sudah banyak pelaku usaha yang berinvestasi di bidang budidaya tambak, sehingga kami berharap mereka bisa membangun fasilitas cold storage agar bahan baku bisa diproses di daerah sebelum dijual baik dalam negeri maupun luar negeri,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, saat ini pemerintah tengah mengkaji untuk proses pembangun cold storage di lahan pemerintah yang berada di belakang Sumer Payung. Kajian itu diperlukan mengingat lokasi tersebut dianggap sebagai lokasi alternatif potensial untuk pengembangan fasilitas pengolahan udang.
“Jadi, kita akan siapkan polanya berupa sistem kerjasama dengan skema sewa lahan dan bagi hasil dengan pihak investor yang mau membangun sarana prasarananya,” ujarnya.

Dayat turut menyoroti potensi produksi garam, yang merupakan salah satu produk unggulan daerah. Pengembangan industrialisasi garam dan produk perikanan secara terpadu dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar ekspor sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

“Program industrialisasi produk unggulan daerah ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tapi menggerakkan seluruh ekosistem mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Upaya itu kami lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan pelaku tambak udang, jelasnya.

Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasemenda pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.

Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen, ujarnya.

Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan, ujarnya.

Selain pertanian, sektor kelautan juga menjadi fokus. Termasuk pariwisata. Menjadi program unggulan NTB Pariwisata Berkualitas yang arah pengembangannya diintegrasikan dengan pariwisata Bali dan NTT. Pariwisata NTB terintegrasi dengan pariwisata Bali dan NTT sehingga diperkuat dari sisi konektivitas logistik maupun mobilitas orang atau penumpang.  (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO