spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURRaih Penghargaan Genting, Bupati Komitmen Tekan Stunting dengan Gotong Royong

Raih Penghargaan Genting, Bupati Komitmen Tekan Stunting dengan Gotong Royong

Selong (Suara NTB) – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) dalam percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menerima penghargaan atas dukungan dan komitmennya yang tinggi dalam menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, dr. H. Wihaji, pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, di Jakarta Rabu (12/11/2025).

Dalam kapasitasnya sebagai Tim Pengendali Genting Lotim, Haerul Warisin dinilai berhasil menggerakkan program yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Program Genting di Lotim memiliki keunikan dengan pendekatan gotong royong, di mana masyarakat secara sukarela diajak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga yang berisiko stunting.

“Program ini sasarannya sangat menyeluruh, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, hingga balita. Dengan pendekatan gotong royong ini, intervensi yang kita lakukan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Bupati usai menerima penghargaan.

Rakornas yang mengusung tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia” ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Dalam arahannya, Wapres menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target nasional penurunan stunting.

Meski prevalensi stunting dilaporkan telah turun signifikan, pemerintah terus memperkuat komitmen dengan meluncurkan berbagai program unggulan. Dua di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemerintah juga menekankan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan dengan fokus pada pencegahan kasus stunting baru.

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan komitmen kuat dari para kepala daerah untuk menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas utama. Peningkatan kapasitas tenaga pelaksana di lapangan, penguatan koordinasi lintas sektor dari pusat hingga daerah, serta edukasi intensif kepada seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO