spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMCegah Kasus Stunting, Dikes Mataram Gelar Kampanye Gerakan Bumil Sehat

Cegah Kasus Stunting, Dikes Mataram Gelar Kampanye Gerakan Bumil Sehat

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram terus berupaya untuk mencegah dan menekan kasus stunting dengan beragam cara. Salah satu upaya tersebut dengan aktif mengkampanyekan Gerakan Ibu Hamil (Bumil) Sehat.

Gerakan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kemenkes dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesehatan Bumil serta mencegah kemungkinan buruk selama kehamilan maupun pasca-melahirkan.

Dikes Kota Mataram mengeksekusi program ini di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Mataram.

Kegiatan kampanye Gerakan Bumil Sehat di Puskesmas Cakranegara. (Suara NTB/ist)

Sejak dimulai pada Senin (10/11), Gerakan Bumil Sehat dilangsungkan di Puskesmas Ampenan, Cakranegara, Selasa, (11/11), dan Karangpule, Kamis (13/11).

Salah Seorang Panitia dari Promosi Kesehatan (Promkes), Dikes Mataram, Dian Novita pada Kamis (13/11) mengatakan, atas petunjuk dan izin dari Kepala Dinas Kesehatan dr. Emirald Isfihan, pemilihan tiga titik penyelenggaraan gerakan pada 3 puskesmas ini berdasarkan jumlah angka kehamilan.

“Kenapa tiga Puskesmas, karena tiga Puskesmas ini yang memiliki jumlah ibu hamil yang paling banyak dibandingkan dengan Puskesmas lain yang ada di wilayah Kota Mataram,” ujarnya.

Selain karena jumlah keberadaan Bumil yang banyak, pemilihan ketiga Puskesmas ini dipetakan berdasarkan potensi kerentanan Bumil di wilayah itu.
Program ini diikuti sekitar 40 Bumil dengan beragam usia kehamilan yang berada di wilayah kerja Puskesmas setempat.

“Yang kami minta untuk dihadirkan di setiap Puskesmas itu adalah ibu-ibu hamil yang memiliki risiko masalah kesehatan dan juga risiko bayi stunting,” ujarnya.

Kegiatan kampanye Gerakan Bumil Sehat di Puskesmas Ampenan. (Suara NTB/ist)

Dalam penyelenggaraannya Gerakan Bumil Sehat ini menggandeng sejumlah pihak di antaranya, dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak. Selain itu, gerakan ini juga berkolaborasi lintas sektor, seperti Dharma Wanita dan Tim PKK kecamatan serta Kelurahan dan Da’i Kesehatan.

Dari pantauan, dokter spesialis yang hadir sebagai pembicara banyak membahas pentingnya membaca dan memahami buku kehamilan, keaktifan memeriksa kehamilan, dan memberi nutrisi kepada calon bayi dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Dengan kehadiran dokter spesialis itu, para Bumil diharapkan dapat menyerap ilmu tentang merawat kehamilan, proses persiapan persalinan, hingga perawatan bayi pasca-melahirkan.

“Ini penting untuk mereka ketahui, supaya mencegah nanti munculnya hal-hal yang tidak diinginkan, baik selama kehamilan seperti abortus, kemudian pendarahan waktu persalinan, kematian bayi dalam kandungan, dan kematian bayi setelah melahirkan,” terangnya.

Sosialisasi dan edukasi melalui gerakan ini juga penting untuk mencegah kasus bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan stunting.

Dikes Kota Mataram terus berkomitmen untuk memberi perhatian terhadap kasus stunting melalui kolaborasi aktif dengan lintas sektor. Seperti halnya Dharma Wanita, TP PKK Kecamatan, Da’i Kesehatan dan kelompok lainnya.

“Bapak Kepala Dinas kami itu komitmen bahwa persoalan untuk menurunkan angka stunting itu bukan hanya tugas orang kesehatan, tapi merupakan tugas kita bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangpule, dr. Yulia Sari Risnawati, mengatakan, pemeriksaan terhadap kehamilan harus rutin dilakukan. Baik ketika perencanaan, saat kehamilan, dan jelang persalinan. “Menjelang masa persalinan kita juga sudah siapkan di sini untuk pelayanan persalinannya 24 jam,” ujarnya.

Yulia kembali menekankan agar Bumil aktif memeriksa kehamilannya di faskes setempat, demi memastikan kesehatan ibu dan bayi. “Insyaallah semua faskes kita sudah terstandar untuk pelayanan ibu hamil,” tandasnya. (sib)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO