Taliwang (suarantb.com) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan akan menggelontorkan bantuan bibit bagi petani rumput laut di Desa Kertasari. Bantuan tersebut sebagai langkah untuk menunjang keberlanjutan aktivitas para petani yang beberapa waktu terakhir sempat terhenti karena terjadi gagal panen.
“Bulan Desember akan kami lakukan droping bantuan bibit baru untuk petani rumput laut kita,” kata Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, beberapa waktu lalu.
Noto menjelaskan, pasca laporan kerusakan massal tanam rumput laut petani. Pihaknya sempat melakukan ujicoba pemberian bibit kepada 10 petani. Namun bibit yang diserahkan itu dilaporkan tidak berkembang dengan baik sehingga mengalami gagal panen. “Jadi katanya bibit itu mengalami kerusakan,” sebutnya.
Namun ia menjamin, bibit yang akan disalurkan di akhir tahun nanti akan diupayakan yang terbaik. Noto menyatakan, pihaknya juga akan memberikan pendampingan secara intensif selama penanam bibit baru tersebut hingga masa panen tiba. “Bibitnya insyaallah kita kasih yang terbaik, kita juga akan dampingi petani karena keberhasilannya akan menjamin keberlanjutan usaha petani rumput laut kita,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab kerusakan massal tanaman rumput laut di tahun ini, Noto mengaku, pihaknya telah melakukan penelitian. Data hasil uji labalatorium yang diperoleh dari Balai Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Perikanan (BPM3P) Provinsi Jawa Timur, bahkan menunjukkan kualitas baku mutu dan ekosistem perairan Kertasari dan sekitarnya masih sangat baik. “Inti dari hasil uji itu bahea kualitas air laut di Kertasari untuk budidaya rumput laut masih kategori aman,” urainya.
Sejauh ini ia memperkirakan penyebab kerusakan rumput laut petani ditengarai oleh kondisi perubahan cuaca dan geografis perairan Kertasari. Noto menguraikan, tipikal perairan Kertasari berada di area cekungan dan dihalangi oleh pulau di depannya. Akibatnya air laut tidak bersirkulasi dengan baik terutama saat musim penghujan tiba. “Berberda di perairan Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano. Sirkulasinya di sana lancar karena tidak ada pulau yang menghalangi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.
Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasemenda pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.
“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya. Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Selain pertanian, sektor kelautan juga menjadi fokus. Termasuk pariwisata. Menjadi program unggulan NTB Pariwisata Berkualitas yang arah pengembangannya diintegrasikan dengan pariwisata Bali dan NTT.
Pariwisata NTB terintegrasi dengan pariwisata Bali dan NTT sehingga diperkuat dari sisi konektivitas logistik maupun mobilitas orang atau penumpang. ‘’Dengan demikian standar destinasi yang ada di NTB mesti mengikuti standar-standar yang berlaku secara internasional karena Bali menjadi Hub pariwisata internasional,’’ ujarnya.(bug)


