Giri Menang (Suara NTB) – Kampus Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) resmi dibuka di Lombok Barat (Lobar). Dibukanya kampus ini diawali dengan kuliah perdana secara offline oleh Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini di hadapan mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) DIII Teknik Lingkungan, di kampus Akademi Akatirta Lobar di Gerung, Jumat, 14 November 2025.
Bupati didampingi para Asisten, Direktur PTAM Giri Menang sekaligus Ketua PD Perpamsi NTB Sudirman. Hadir juga Yayasan Pendidikan Tirta Dharma (YPTD) Pamsi, dan pihak Akatirta Pusat. Akatirta Lobar adalah lembaga pendidikan tinggi yang berdiri di Lobar, hasil kerja sama Pemkab Lobar dengan Akatirta Magelang untuk mengembangkan pendidikan vokasi di bidang teknik air minum.
Kampus ini menjadi perguruan tinggi khusus pengelolaan air minum dan lingkungan. Bupati berkeinginan menjadikan kampus ini sebagai pusat belajar di kawasan Indonesia bagian timur.
Dalam pemaparannya Bupati berbicara tentang manajemen pengelolaan perusahaan air minum dengan memakai pengalamannya membawa PTAM Giri Menang menjadi perusahaan maju sebelum menjadi Bupati Lobar.
Ia bicara tentang sistem penyediaan air minum, bagaimana membangun BUMD air minum yang sehat dan maju, serta bagaimana membuat terobosan-terobosan terkait air minum dan lingkungan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
LAZ mengurai secara detail lingkungan dan sistem penyediaan air minum di NTB. Bupati juga mencontohkan dengan penyediaan air minum berkelanjutan lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum. Di satu sisi, BUMD menjadi bagian dari pelayanan masyarakat, dan sisi yang lain lagi sebagai perusahaan pencetak laba dan memberi keuntungan ke daerah.
“Salah satu yang saya lakukan (saat menjadi Dirut PTAM Giri Menang dulu) adalah menata SDM, mengatur jumlah tenaga yang bekerja. Hal yang sekarang juga saya lakukan di rumah sakit saat sekarang saya menjadi Bupati,” ungkapnya.
Di hadapan wartawan, Bupati menyampaikan bahwa tahap awal kuliah perdana untuk kelas pegawai air minum atau PDAM. Enam bulan kemudian, barulah dilakukan rekrutmen secara terbuka yang direncanakan dua kelas dengan jumlah mahasiswa 40 orang. Satu kelas khusus untuk Lobar, sedangkan satu kelas lagi bagi luar Lobar.
“Ini pasti banyak peminatnya karena ini kampus spesifik, ini kerjasama Pemda dengan Akatirta. Kalau kita buka jurusan-jurusan umum, itu kan sudah banyak. Itu sebabnya kita buka jurusan khusus, jurusan air minum, jurusan lingkungan. Kita harus beda, supaya peminatnya tinggi,” ungkapnya.
Dalam hal kerja sama penggunaan SKB Gerung sebagai tempat kampus ini, tidak gratis. Pihak Akatirta menyewa tempat itu ke Pemkab sekitar Rp60 juta per tahun, sesuai hasil appraisal.
Sementara itu, Direktur PTAM Giri Menang Sudirman menyampaikan, selaku ketua PD Perpamsi NTB Kampus Akatirta, menilai hal ini langkah maju dalam meningkatkan kapasitas SDM di PDAM.
Dampaknya bagi dari daerah, salah satunya indikator kinerja SDM di PTAM Giri Menang, di samping biaya pegawai yang harus rendah. Dampaknya,dari sisi kinerja kaitan dengan SDM, dalam hal biaya pelatihan yang dianggarkan rasionya terhadap biaya pegawai. (her)



