spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATKoperasi Syariah Berbasis TBA di KSB Mulai Beroperasi

Koperasi Syariah Berbasis TBA di KSB Mulai Beroperasi

Taliwang (Suara NTB) – Koperasi Syariah Berbasis Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA) yang dibentuk di delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini mulai beroperasi. Warga yang ingin mengakses pinjaman pun dapat mengajukan permohonannya dengan mudah.

“Sekarang semua koperasi sudah buka layanan. Jadi kalau warga mau ajukan pinjaman silakan ke koperasi TBA di wilayahnya masing-masing,” cetus Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman.
Pengajuan permohonan pinjaman pada koperasi yang dibentuk Pemda KSB mengelola bantuan Kartu KSB Maju Layanan UMKM itu cukup mudah.

Suryaman menjelaskan, warga cukup datang ke koperasi selanjutnya fasilitator akan melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan besaran pinjaman yang dapat diakses. “Fasilitator nanti buat rekomendasi yang disahkan oleh Kepala Bidang Koperasi. Selanjutnya rekomendasi itulah yang jadi dasar pengurus koperasi memberikan pinjaman,” papanrnya.

Nilai maksimal pinjaman yang bisa disalurkan Koperasi Syariah Berbasis TBA itu maksimal senilai Rp5 juta. Menurut Suryaman, dengan pagu pinjaman sebesar itu, kredit pelunasannya diberi jangka waktu selama satu tahun. “Kalau Rp5 juta itu cicilannya sudah sangat ringan. Apalagi kan ini syariah, sehingga tidak ada bunganya,” ujarnya.

Sejauh ini dari pantauannya, Suryaman mengaku, masyarakat belum banyak yang mulai mengakses pinjaman modal di Koperasi Syariah Berbasis TBA. Ia mencontohkan koperasi di kecamatan Taliwang, sementara ini terdata baru 2 orang yang mengajukan permohonan.

“Memang ada kecamatan yang kita pantau sudah banyak pengajuan. Tapi kalau secara umum hitungan kami belum signifikan,” katanya seraya mengungkap Koperasi TBA yang paling banyak mengelola modal bantuan Program Kartu KSB Maju Layanan UMKM.

“Yang paling besar Koperasi TBA Taliwang, senilai Rp800 juta. Perhitungannya berbasi jumlah desa dengan asumsi per desa Rp50 juta,” sambung Mamang sapaan akrabnya.

Ia selanjutnya menyampaikan, pengelolaan modal awal Koperasi Syariah Berbasis TBA ini, setiap koperasi dibolehkan memanfaatkan untuk biaya operasional. Jumlah biaya operasional yang bisa digunakan yakni kisaran antara 25 hingga 30 persen dari modal bantuan yang diterima koperasi.

Pemanfaatannya, diterangkan Mamang, digunakan koperasi untuk melengkapi berbagai keperluan peralatan layanan. Seperti pengadaan laptop dan alat tulis kantor (ATK) serta kebutuhan operasi lainnya. “Kalau gedung layanan sementara kami arahkan koperasi memanfaatkan ruangan di tiap kecamatan,” imbuhnya. (bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO