Tanjung (suarantb.com) – Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menekankan pihaknya akan mendorong kinerja Tim Penanggulangan Stunting. Hal ini menyusul angka kasus yang diklaim meningkat kendati data internal menunjukkan penurunan.
Berdasarkan data internal bulan Agustus 2025, prevalensi stunting dapat diturunkan menjadi 13,57 persen, mendekati angka target nasional. Sebaliknya, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting di KLU diklaim masih tinggi yakni sebesar 35,2 persen.
“Kalau kita kembali ke data, memang rata-rata semua kabupaten/kota naik angkanya. Kita juga mempertanyakan, kenapa angkanya jauh dari belasan menjadi puluhan,” kata Kusmalahadi.
Kendati demikian, Wabup menekankan Pemda dan jajaran OPD teknis tidak mempersoalkan perbedaan data. Tetapi, semua pihak agar tetap fokus menanggulangi persoalan yang menjadi penyebab stunting.
“Kita tidak menjadikan perbedaan data itu sesuatu yang bermasalah, tapi kita tetap berusaha agar angka stunting kita turun,” ucapnya.
Wabup mengisyaratkan, dirinya selaku Ketua Satgas Penanganan Stunting akan melakukan tindakan cepat. Dirinya akan memimpin langsung rapat kerja untuk meningkatkan kinerja penanggulangan.
“Yang saya perhatikan sekarang masih berjalan stagnan. Setelah kita genjot kembali, mudah-mudahan angka stunting kita kembali turun,” tambahnya.
Selain kinerja penanganan, Wabup juga mengisyaratkan pentingnya dukungan anggaran dalam intervensi kasus stunting. Pada APBD tahun 2026 mendatang, Pemda akan mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk mendorong percepatan penurunan kasus. (ari)



