spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA112 Hektare Lahan Pertanian di Sepayung Sumbawa Terdampak Banjir

112 Hektare Lahan Pertanian di Sepayung Sumbawa Terdampak Banjir

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa mencatat sebanyak 112 hektare lahan pertanian bawang di Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa terdampak banjir pascatanggul pengaman sungai di wilayah setempat jebol.

“Total luas lahan yang terdampak ada 112 hektare di tiga dusun. Kami juga masih menunggu hasil pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi terkini,” kata Kepala Distan Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, kepada Suara NTB, Senin, 17 November 2025.

Ia melanjutkan, berdasarkan data luas lahan di Dusun Buin Rare mencapai 42 hektare, Dusun Bangun Bersama 40 hektare, dan Dusun Bersama 30 hektare. Terkait dengan kondisi tersebut, ia meyakinkan status atas lahan tersebut masih dalam kondisi aman dan belum mengarah ke gagal panen.

“Selain itu, ada sekitar 3 hektare lahan pertanian bawang di Batu Putih yang terdampak banjir. Namun kondisinya masih aman dan belum mengarah ke rusak,” ujarnya.

Ia pun meyakinkan, untuk tanaman bawang rencananya akan dijadikan bibit untuk musim tanam tahun depan. Lokasi inipun berada di pinggir tanggul yang rusak pasca diterjang banjir beberapa hari lalu.

“3 hektare ini belum rusak, karena usianya baru 30 hari yang akan dijadikan sebagai bibit di tahun 2026 mendatang,” sebutnya.

Rukmini mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima luas lahan padi yang terdampak banjir mencapai 112 hektare. Luas lahan itupun hanya berada di satu kelompok tani (poktan) karena berdekatan dengan sungai tanpa ada pengaman.

“Jadi, posisi sungai tersebut tepat berada di pinggir lahan padi masyarakat, sehingga ketika terjadi luapan air sungai pasti akan langsung menghantam lahan pertanian,” terangnya.

Pemerintah juga akan terus mendorong agar petani bisa mengikuti program Asuransi Usaha Pertanian (AUTP) yang masih minim peminat hingga saat ini. Hal itu dilakukan agar petani bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta per hektare nya jika terjadi gagal pangan.

“Masih minim petani yang mengikuti program AUTP padahal manfaatnya sangat besar. Kami akan terus berupaya agar petani bisa mendaftar sebagai peserta AUTP, ” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO