Selasa, Maret 10, 2026

BerandaBREAKING NEWSGunung Semeru Meletus, Status Naik ke Level Awas

Gunung Semeru Meletus, Status Naik ke Level Awas

Mataram (suarantb.com) – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur meletus pada Rabu (19/11/2025), 16.00 WIB. Letusan dahsyat itu meluncurkan awan panas sejauh 13 kilometer.

Satu jam setelah letusan itu, yakni pada 17.00 WIB, status Gunung Semeru dinaikkan ke Level IV (awas). Awan panas terpantau menerjang Gladak Perak, jembatan utama yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang.

Tinggi kolom letusan Semeru mencapai 2.000 meter di atas puncak atau setinggi 5.676 di atas permukaan laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB) menyarankan warga agar tak beraktivitas di radius 8 kilometer dari puncak. Selain itu, menghindari kawasan selatan tenggara sejauh 20 km.

Tepi sungai Besuk Kobokan hingga 500 meter dari area itu juga menjadi wilayah yang disarankan dijauhi oleh warga. Ini karena adanya aliran lahar dan awan panas.

Warga juga diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran yang berhulu Puncak Semeru. Termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, juga sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Ratusan Warga Terdampak Akibat Letusan Gunung Semeru

Mengutip Detik, Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan sebanyak 956 warga mengungsi. Para pengungsi ini tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Ada empat titik pengungsian, yakni SDN Supit Urang 4 dengan 100 jiwa pengungsi. Juga, Balai Desa Oro Oro Ombo dan Masjid Ar Rahmah dengan 500 jiwa, serta SDN Sumber Urip 02 dengan 200 jiwa.

Kemudian di wilayah Kecamatan Candipuro ada dua titik, yakni rumah Kepala Desa Sumber Wuluh dengan 55 jiwa dan Kecamatan Candipuro 101 jiwa.

“Untuk jumlah pengungsi terdapat 956 jiwa yang tersebar di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro,” ujar Kepala BPBD kabupaten Lumajang Isnugroho, dilansir detikjatim, Kamis (20/11/2025).

Tercatat hingga saat ini korban paparan awan panas bertambah menjadi tiga orang.

Di antara korban yang paparan awan panas ini diketahui menderita luka bakar serius.

Pemerintah kabupaten lumajang kemudian menerapkan status tanggap darurat bencana hingga tujuh hari ke depan, mulai Kamis pagi 20 November 2025. (sib)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO