Giri Menang (suarantb.com) – Pengerjaan sejumlah proyek di Lombok Barat dikebut, menyusul dampak cuaca hujan tak menentu yang terjadi akhir tahun ini. Di tengah dampak musim hujan ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) optimis proyek bisa selesai. Pasalnya, dinas terkait telah melakukan langkah-langkah Mitigasi.
Sekretaris Dinas PUTR Lalu Ratnawi menerangkan, pengejaraan proyek tengah dalam prosres. Seperti Gedung Komisi DPRD, diharapkan selesai sesuai kontrak. Di mana saat ini sedang pengerjaan konstruksi dinding dan atapnya. “Itu sudah sekitar 40 persen,” sebutnya Kamis (20/11/2025).
Item-item pengejaran pokok sudah selesai, tinggal nanti penyelesaian atau finishing bisa dilakukan beriringan. Namun pihaknya telah melakukan upaya mitigasi proyek ini, sehingga akhir kontrak pun akan terlihat perkembangan pogresnya. Pengerjaan sudah mulai lembur oleh rekanan, baik untuk kusen dan lainnya.
Kemudian proyek Alun-alun, GMS dan Plaza GMS, sesuai arahan Bupati harus lebih progresif lagi. Untuk alun-alun, progresnya sekitar 45 persen. Pengerjaan alun-alun ini menurutnya tidak ada yang berat, karena tinggal pemasang paping blok, Jogging Track, dan pembentukan untuk play ground. “Ini pekerjaan tahap satu, nanti tahap dua dilanjutkan tahun depan,”imbuhnya.
Proyek lintasan jogging track atau penataan jalan lingkungan Kantor Bupati juga on proses. Termasuk food court, lapangan tenis, telah mencapai progresnya 50 persen lebih. Ditargetkan, akhir tahun ini proyek-proyek ini selesai dibangun sedangkan penataan dan landscape akan dilakukan bertahap tahun depan. Sementara itu, untuk proyek GMS dan Plaza GMS sedang sedang dalam pengerjaan.
Untungnya, kata dia, bundaran GMS itu lebih banyak bahan Pabrikasi sehingga diharapkan selesai tepat waktu.
Sementara pekerjaan lain, seperti lighting, water screen sudah selesai. Tinggal perakitan bahan Pabrikasi untuk air mancur menari. “Dan sekarang sedang dalam proses peralihan air mancur menari,”imbuhnya.
Pihaknya menargetkan uji coba bersamaan baik air mancur menari, sekaligus lighting dan water screen bisa dilakukan awal Desember. Water screen ini nanti lanjut dia, akan disiapkan 10 video untuk tampilkan. Video ini berisi pesan-pesan pembangunan dari Bupati dan Wabup, spot destinasi Wisata, kuliner, seni, dan budaya yang ada di Lobar yang dipromosikan melalui water screen. Sehingga para tamu dari luar bisa minta potensi Pesona yang dimiliki Lobar. Kedepan lanjut dia, water screen ini juga akan menjadi spot iklan agar anggarannya bisa dipakai untuk pemeliharaan.
Selanjutnya proyek plaza GMS, yang baru dimulai karena selesai berkontrak. Plaza ini telah disosialisasikan kepada para PKL yang berjualan di lokasi, dimana nantinya akan disiapkan tenda yang bongkar pasang untun berjualan. Sehingga selesai dipakai berjualan malam hari, malam hari bersihkan kembali. Hal ini agar kawasan tidak semerawut seperti sekarang. Sebab pihak balai jalan juga meminta agar kawasan itu tidak semerawut dan macet.
Ia menambahkan, proyek-proyek ini dibangun untuk memacu pendataan kota Gerung. (her)


