Mataram (suarantb.com) – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025–2028 di Prime Park Hotel Mataram, Kamis, 20 November 2025.
Rakerda perdana pengurus baru ini mengusung tema “Pengusaha Muda yang Kolaboratif, Produktif, dan Berdampak”, yang mencerminkan langkah HIPMI untuk membuka ruang kerja sama lebih luas bersama berbagai pihak dan pemangku kepentingan untuk turut serta membangun daerah, nusa dan bangsa.
Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Maulana dalam kesempatan ini, menyampaikan bahwa HIPMI siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, hingga pasar modal, serta stakeholder lainnya.
“HIPMI NTB siap berkolaborasi dengan semua stakeholder. Dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, bahkan pasar modal IDX,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pengusaha muda. Setelah kolaborasi terbentuk, produktivitas baik secara kuantitatif maupun kualitas diyakini akan meningkat, sehingga berdampak langsung pada percepatan ekonomi daerah.
Ismed mencontohkan, salah satu hasil kolaborasi yang telah berjalan adalah ekspansi usaha kuliner stik di Pulau Sumbawa yang dibangun oleh sejumlah anggota HIPMI. Selain itu, pengusaha muda HIPMI NTB juga kompak mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto dengan membentuk 42 dapur MBG, melebihi target awal 30 dapur. Dari usaha kolaboratif yang disampaikan, serapan tenaga kerja juga cukup tinggi, demikian juga rantai ekonomi yang jadi ikutannya.
Menurut Ismed, ketika kolaborasi berjalan, berbagai beban usaha akan menjadi lebih ringan karena ditopang oleh banyak pihak. Akses perbankan, pendampingan, hingga jaringan pemasaran dapat terbuka lebih luas.
HIPMI NTB, lanjutnya, memiliki ragam usaha yang sangat variatif. Omzet anggotanya bervariasi, mulai dari Rp10 juta per bulan hingga di atas Rp5 miliar per bulan. Karena itu, ia mengajak perbankan untuk tidak ragu bermitra dengan pengusaha muda.
“Di HIPMI ini usia anggotanya rata-rata di bawah 40 tahun, sangat produktif. Semua jenis usaha ada di sini. Kalau perbankan mencari mitra, tidak perlu jauh-jauh—cukup ke HIPMI saja,” ujarnya.
Ismed juga menegaskan, NTB memiliki potensi lengkap layaknya provinsi besar lainnya di Indonesia. Mulai dari pariwisata, gunung Rinjani, pesisir pantai, hingga sumber daya energi dan tambang emas. Yang dibutuhkan pengusaha muda saat ini adalah informasi, akses, dan keberanian.
Sebagai penguatan ekosistem, HIPMI NTB telah meluncurkan program unggulan “Level Up”, yaitu kegiatan bulanan dari masing-masing bidang untuk membuka ruang belajar bagi pengusaha pemula maupun anggota. Program ini menyediakan talkshow, kelas bisnis, hingga pendampingan dari pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha berpengalaman.
“Setiap bulan akan ada kegiatan gratis yang difasilitasi HIPMI. Anak muda yang bingung mau belajar bisnis bisa datang ke Level Up, sesuai tema yang kami adakan,” jelas Ismed.
Himpi menurutnya sangat berkomitmen bersama perintah dan seluruh stakehoders untuk sama sama berkolaborasi membangun daerah ini secara khusus.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, melalui Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaludin Malady, menegaskan bahwa HIPMI bukan sekadar wadah pengusaha, tetapi inkubator kepemimpinan dan generator ekonomi daerah.
“Jika ingin melihat masa depan, lihatlah pengusahanya. Dan jika ingin melihat masa depan NTB, lihatlah HIPMI,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan Jamaludin.
Ia berharap Rakerda HIPMI melahirkan program yang adaptif, progresif, serta mampu memperkuat kontribusi pengusaha muda terhadap pembangunan daerah.
Mewakili BPP HIPMI, Bendahara Umum, Reynaldo Briyan, menyampaikan optimismenya bahwa dari NTB akan muncul pemimpin-pemimpin pengusaha yang berkontribusi bagi Indonesia. Ia melihat kapasitas pengusaha muda NTB sangat potensial untuk berkembang lebih jauh. (bul)


