Selong (Suara NTB) – Seluruh desa didorong untuk menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal inilah yang diakui menjadi kendala terbesar seluruh desa di Lombok Timur (Lotim). Syarat tersebut dianggap terlalu berat terlebih harus berdekatan dengan kawasan permukiman.
Hal ini dikemukakan Ketua Forum Koordinasi Kepala Desa (FKKD) Lotim, Khaerul Ihsan. Kepala Desa Masbagik Utara Baru ini menilai, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu terasa cukup sulit untuk terealisasi mengingat syarat yang diberikan cukup memberatkan bagi desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim, Baiq Farida Apriani ketika dikonfirmasi mengakui keadaan desa-desa di Lotim. Persoalan lahan ini harus clean and clear di desa. Sumber lahan apakah berupa tanah pecatu, atau lahan aset milik Pemda Lotim yang ada di desa ini harus jelas ada penyerahan kepada koperasi desa merah putih.
Diketahui saat ini sejumlah koperasi desa merah putih sudah mulai dibangunkan gerai oleh PT Agrinas. Kadiskop Lotim ini menyebut tidak bisa merinci nama dan jumlah KDMP tersebut karena koordinasinya dengan pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lotim.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, 80 ribu gerai harus terbangun agar bisa mengoperasikan koperasi desa merah putih di seluruh desa se Indonesia. Termasuk 254 desa Kelurahan yang ada di Kabupaten Lotim.
Peran Diskop UKM Lotim dalam program tersebut kata Baiq Farida Apriani hanya melakukan verifikasi tanah-tanah usulan lokasi pembangunan gerai.
Khusus soal penggunaan aset milik Pemkab Lotim diserahkan sepenuhnya kepada Bidang Aset BPKAD Lotim apakah akan memberikan atau tidak. Penggunaan aset-aset baik milik desa maupun Pemda kabupaten serta provinsi menjadi gerai KDMP kata Baiq Farida coba akan ditanyakan statusnya ke pihak Kementerian. Apakah jadi hak guna pakai bagi koperasi desa merah putih atau seperti apa mekanismenya. Semisal desa Denggen Timur ini memberikan lahan dalam bentuk hak guna pakai.
Ditambahkan, pembangunan gerai pada koperasi desa merah putih ini memang sebuah keharusan. Dimana, di dalam gerai ini sebagian besar bisnis dari koperasi dijalankan. Seperti ada gerai kesehatan, ada gudang, cold storage dan gerai lainnya. (rus)



