Praya (Suara NTB) – Proses pembangunan venue utama gelaran MTQ tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kini sudah masuk tahap akhir dengan capaian sekitar 80 persen. Untuk pekerjaan utama sudah diselesaikan. Sekarang, pekerjaan fokus pada finishing beberapa fasiliitas penunjang venue.
Dengan capaian tersebut Pemkab Loteng optimis, pengerjaan proyek senilai Rp 21 miliar lebih itu bisa tuntas tepat waktu. “Targetnya akhir tahun ini pekerjaan sudah selesai. Dengan melihat progress yang ada sejauh ini kita optimis proyeknya selesai target,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., kepada Suara NTB, Sabtu (22/11/2025).
Ditemui usai kegiatan peringatan Hari Guru di kantor PGRI Loteng di Praya, Firman mengaku kalau akfititas pembangunan venue utama MTQ NTB tersebut sebelumnya sempat tertunda dampak dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Loteng beberapa waktu lalu. Sehingga upaya percepatan dilakukan untuk mengejar target pekerjaan yang ada.
“Kemarin saat atap bangunan belum dipasang, pekerjaan lainnya terpaksa ditunda. Tapi sekarang sebagai atap sudah terpasang. Jadi pekerjaan yang lain masih bisa tetap dilakukan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, sesuai kontrak yang ada pembangunan venue utama MTQ NTB tersebut sudah harus selesai akhir tahun ini. Pihaknya pun sudah mengingatkan pihak rekanan supaya fokus menyelesaikan sisa pekerjaan yang ada, agar bisa selesai sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati.
Venue utama MTQ NTB tersebut berupa bencingah sebagai bangunan utama di bagian depan. Ditambah ruang pertemuan di bagian belakang. Setelah selesai digunakan untuk kegiatan MTQ, fasilitas itu nantinya diharapkan bisa menunjang berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat di daerah ini. (kir)

