spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATDekat dengan Ibu Kota Lombok Barat, 5 Kilometer Jalan Rusak di Desa...

Dekat dengan Ibu Kota Lombok Barat, 5 Kilometer Jalan Rusak di Desa Tempos Gerung Butuh Perhatian Pemerintah

Giri Menang (suarantb.com) – Sepanjang 5 kilometer akses jalan di Desa Tempos Kecamatan Gerung Lombok Barat kondisinya rusak, butuh penanganan dari pemerintah. Bagi warga, akses jalan ini sangat vital untuk menunjang kegiatan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Terlebih desa yang dekat dengan ibu kota dan Pusat Pemerintahan Lombok Barat ini memiliki potensi pariwisata dan pertanian, sehingga akses jalan ini penting untuk menopang sektor tersebut.

Sekretaris Desa Tempos, Samsudin, S.Sos., mengatakan bahwa beberapa titik akses jalan yang dikeluhkan warga tertangani seperti longsor jembatan dan jalan rusak yang menghubungkan dengan desa Banyu Urip. Longsor jembatan ditangani oleh Dinas PUT sedangkan jalan sepanjang hampir 200-300 meter dibangun oleh Kementerian, sebagai bagian sambungan dari program kementerian. Jalan ini dihotmik dan dirabat bagian pinggirnya.

“Alhamdulillah lah, untuk pembangunan fisik yang masuk ke Desa Tempos berkat dari pejuang pak kades dan dewan-dewan yang ada, termasuk untuk irigasi,” jelasnya, Minggu, 23 November 2025. Tinggal kata dia, akses jalan rusak yang ada di enam dusun di desa itu memang butuh penanganan.

Pihak desa melalui kades telah mengusulkan melalui anggota DPRD. “Ada sekitar 5 kilometer jalan yang butuh penanganan, itu kondisinya rusak,” imbuhnya. Itu di antaranya jalan lingkar Telotok-Alas Malang. Jalan ini merupakan jalur sepeda bagi pengunjung ke Wisata Mepet sawah yang selalu ramai dikunjungi tiap akhir pekan. Termasuk Teluk Bagu juga butuh penanganan, dan diupayakan tahun depan.

Sementara dari kemampuan DD sendiri terbatas, itu tergantung dari hasil musyawarah terkait prioritas Masyarakat. Untuk tahun ini ada beberapa titik jalan atau gang Dusun yang ditangani. “Khususnya gang dusun yang masuk ke dalam,” ujarnya. P

enangan akses jalan ini diharapkan bisa ditangani tahun depan. Sebab bagiamana pun daerah ini memiliki potensi wisata dan pertanian yang butuh akses. Desa itu memiliki wisata mepet sawah yang rutin dibuka warga, tiap akhir pekan. Bahkan, ke depan wisata ini bisa dikoneksikan dengan desa lain seperti Banyu Urip. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO