spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATDiapresiasi Pelaku Usaha, Bupati LAZ: Kawasan Wisata Senggigi Jauh Lebih Tertata

Diapresiasi Pelaku Usaha, Bupati LAZ: Kawasan Wisata Senggigi Jauh Lebih Tertata

Giri Menang (suarantb.com) – Pemkab Lombok Barat di bawah pemerintahan Bupati Lalu Ahmad Zaini dan Hj. Nurul Adha, getol untuk membangkitkan kawasan wisata Senggigi. Berbagai upaya dilakukan pihak Pemkab, yang terbaru pedagang kali lima yang sekian lama dikeluhkan pengunjung dan pelaku hotel telah berhasil ditata secara bertahap. Upaya ini pun mendapatkan apresiasi dari kalangan pelaku usaha di kawasan wisata ternama tersebut.

Bupati Lobar yang akrab disapa LAZ pada peluncuran (launching) Calender of Event (CEO), Senin (24/11/2025) kemarin menyampaikan bahwa pihak Pemkab telah melakukan penataan PKL di kawasan Pantai dan jalur utama Senggigi. Di Jalur Senggigi, mulai dari depan Hotel Montana, Hotel Aruna hingga ke Merumata hingga Pasar Seni Senggigi. Sehingga keberadaan lapak PKL tidak lagi mengganggu para Wisatawan.

“Kawasan wisata Senggigi sudah jauh lebih tertata sekarang, pelaku hotel bisa melihat sendiri. Sudah tertata,” kata LAZ.

Pihaknya terus menata kawasan Senggigi, tidak saja PKL namun juga sampan dan sampah. Pihaknya juga membangun Jogging Track di pelabuhan Senggigi, fasilitas penunjang bagi pengunjung. Dan Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Gubernur NTB untuk menata kawasan Amphiteater menjadi destinasi. “Kita kelola bersama-sama, ini semua semata-mata untuk membangkitkan pariwisata ke depannya,” kata dia.

Tidak itu saja, pihaknya juga membangun dermaga di pelabuhan Senggigi yang saat ini sedang berjalan. Progresnya positif dan diharapkan tuntas akhir tahun ini. Ia mengajak semua pihak berkolaborasi bersama, apa yang bisa dilakukan oleh Pemkab dan hotel.

Ia berharap hotel di Kawasan Senggigi memiliki yang secara khusus untuk dilaksanakan bersama-sama agar bisa memberikan dampak yang lebih besar untuk pulih nya pariwisata Senggigi. Sementara itu Pelaku hotel di kawasan Senggigi Lombok Barat mengapresiasi upaya Pemkab dalam hal ini Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini untuk membuat kawasan Senggigi tertata dari PKL.

“Kalau menurut kami sangat Positif sekali, pantai mulai dirapikan, tertata dan terotoar serta perahu tertata,”kata General Manager (GM) Holiday Resort Lombok, I Ketut Murta Jaya Kusuma.

Pihaknya juga sangat menyambut baik pembangunan dermaga pelabuhan Senggigi yang sebentar lebih beroperasi. “Ini luar biasa, awal yang baik,” imbuhnya.

Berbagai persoalan ini kata dia, masalah lama yang diselesaikan satu per satu oleh Pemkab Lobar. Dampaknya kata dia, sangat mendukung dunia usaha dan pariwisata di kawasan Senggigi sehingga bisa mendongkrak kunjungan. Saat ini angka Kunjungan ke hotel, sedang low season. Rata-rata okuvansi hotel pada angka 60 persen.

Sementara itu, Kasatpol PP Lobar I Ketut Rauh menerangkan menindaklanjuti arahan Bupati Lombok Barat, pihaknya mengambil langkah turun melakukan penataan kawasan wisata Senggigi, khususnya di sepanjang jalur utama dari depan Aruna hingga Pasar Seni. Setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada para pedagang, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lombok Barat bersama Kepala Dusun, Kepala Desa, Camat, Dinas Pariwisata, Dishub, DLH, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Diskop UKM, serta Dinas PMD melaksanakan penertiban terhadap pedagang yang belum membongkar lapak dan masih meninggalkan gerobaknya di badan jalan.

Rauh menegaskan bahwa penertiban dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan mendukung wajah wisata Senggigi agar lebih tertata. “Kami sudah memberikan kesempatan dan sosialisasi sebelumnya. Penertiban hari ini merupakan langkah terakhir agar area ini kembali rapi,” ujarnya.

Rauh juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pedagang yang masih enggan ditertibkan, terutama yang tetap meninggalkan lapak atau gerobak di area yang telah dilarang.

Ia memastikan bahwa langkah penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. “Kami tidak ingin merugikan pedagang. Yang kami inginkan hanya keteraturan. Pedagang tetap bisa mencari nafkah, tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku agar tidak mengganggu estetika kawasan wisata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rauh menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga ruang publik. “Penataan Senggigi ini bukan kerja satu dinas saja. Ini kerja bersama. Kalau kawasan bersih dan tertib, maka wisatawan akan merasa nyaman dan akan kembali datang,” ujarnya.

Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan Senggigi semakin rapi, aman, dan menarik bagi wisatawan, sehingga mampu mendorong peningkatan kunjungan serta pertumbuhan ekonomi lokal. Seluruh rangkaian penertiban juga berlangsung lancar tanpa hambatan, dengan para pedagang memberikan respons yang baik terhadap upaya penataan yang dilakukan pemerintah daerah. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO