spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAWarga Desa Jenggala Unjuk Rasa Desak Kades Mundur

Warga Desa Jenggala Unjuk Rasa Desak Kades Mundur

Tanjung (suarantb.com)– Ratusan warga Desa Jenggala, kecamatan Tanjung, menggelar aksi unjuk rasa, Senin (24/11/2025). Mereka mendesak Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin, untuk mundur dari jabatan usai diterpa isu dugaan perselingkuhan pascapenggerebekan diduga dilakukan oleh tiga orang di salah satu Kamar Hotel di Kota Mataram, pekan lalu.

Sejumlah massa warga Desa yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu, terlihat berjalan kaki dari pertigaan Dusun Tanak Song ke Kantor Desa. Mereka membawa sejumlah spanduk berbagai tulisan “Turunkan Kepala Desa” dan “Kades Harus Mundur”.

Menurut warga, Kepala Desa Jenggala dinilai telah mencoreng martabat jabatan sebagai pemimpin, serta melukai kepercayaan masyarakat. Kendati aksi berjalan damai, tetapi unjuk rasa itu mendapat pengawalan dari Kepolisian Polsek Tanjung.

Dalam orasinya, warga mendesak agar Kepala Desa Jenggala, mengambil sikap gentle dengan mundur dari jabatannya. Warga juga menuntut agar seluruh aset desa yang berada dalam penguasaan Kades, termasuk sepeda motor dinas, segera dikembalikan kepada Pemerintah Desa.

“Sebagai warga Desa, kami tidak bisa lagi menerima kepemimpinan kepala desa saat ini. Kami kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh kepala desa,” ungkap Tokoh Pemuda, Yardianto.

Dalam orasinya, Ardi juga menuntut Kades untuk mundur dengan terhormat, sebagaimana dahulu saat pemilihan, ia diterima warga dengan hormat.

Menurut dia, tindakan Kepala Desa bukan hanya mencederai nama baik pribadi, tetapi juga telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan desa.

Sementara, Tokoh Adat Desa Jenggala, Nuryanto, menegaskan jabatan Kepala Desa seharusnya bebas dari skandal, bahkan dari isu sekalipun. Beragam informasi yang diterima oleh warga Desa, dinilai telah menyinggung nilai dan norma adat yang berlaku di wilayah Desa Jenggala.

“Krama adat kami di Desa Jenggala akan menjustice dan menghukum sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Kami tegaskan, jangan sekali-kali Kepala Desa terlihat di kantor ini,” tegas disambut teriakan massa.

Hingga aksi berakhir, Kepala Desa Jenggala, Fakhrudin, tampak tidak berada di kantornya. Bahkan kursi Kades, juga diseret keluar oleh massa.

Klarifikasi Kades, Tolak Tudingan Selingkuh

Terpisah, Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin, menyampaikan permohonan maaf atas isu yang membuat warga Desa kecewa. Kendati demikian, dirinya mengklarifikasi informasi yang beredar telah berkembang tidak sesuai fakta.

Kades membenarkan, adanya penggerebekan atas dirinya dengan salah seorang perempuan di kamar hotel pada Rabu (19/11/2025) di salah satu kamar hotel di Mataram. Ketika itu, sekitar pukul 13.00 Wita, terdapat tiga 3 orang yang masuk ke kamar hotel di mana dirinya dengan salah seorang perempuan akan membahas sesuatu yang bersifat pribadi. Namun ia membantah bahwa ia dan perempuan tersebut memiliki hubungan atau dikatakan selingkuh. Pun demikian, peristiwa tersebut tidak juga berkaitan dengan kegiatan bimtek (Kades oleh Pemda) maupun jabatan yang ia emban sebagai kepala desa.

“Pertemuan itu berlangsung singkat, sekitar 25 menit. Kami dalam kondisi pakaian lengkap, menggunakan sepatu. Tidak ada perbuatan seperti yang diviralkan. Ini pertemuan untuk membahas sesuatu, bukan hal lain,” klaimnya.

Fakhruddin menyebut lokasi hotel dipilih semata-mata demi menjaga privasi karena masing-masing memiliki pasangan. Namun sejumlah opini kemudian berkembang dengan penilaian subjektif bahwa dirinya berselingkuh dengan perempuan bersuami.

Terkait proses penyelesaian, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi, sebab saat ini persoalan tersebut dalam upaya mediasi. Jika nantinya tak bisa ditempuh melalui jalur musyawarah, ia siap mengikuti proses hukum sesuai aturan yang berlaku. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO