Taliwang (Suara NTB) – Aheruddin tak ingin gegabah memutuskan kesiapannya maju di Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat. Meski belakangan ini ramai digadang-gadang ideal bersanding dengan Fud Syaifuddin sebagai calon wakil bupati. Politisi Partai Gerindra ini menyatakan tetap akan menyerahkan keputusan itu kepada partainya.
“Kalau soal Pilkada. Apapun perintah partai saya siap jalankan. Diperintahkan maju saya maju. Sebaliknya pun tidak, saya tidak akan maju,” katanya, Kamis 13 juni 2024
Sebagai kader, Aher mengatakan dirinya akan selalu patuh dan taat terhadap partai. Sikap itu sebagai bentuk loyalitasnya. “Perintah partai akan selalu menjadi prioritas saya,” tegasnya.
Terlepas dari penegasan sikap loyalnya kepada partai. Aher mengungkap, mengenai Pilkada sebenarnya dirinya telah dipanggil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. “Saya sudah menghadap ke DPP ditanya soal kesiapan saya maju di Pilkada KSB. Dan jawaban saya menyerahkan sepenuhnya kepada partai,” ulangnya.
Dalam beberapa pekan terkahir, nama Aheruddin memang santer disandingkan dengan Fud Syaifuddin. Oleh sejumlah pihak, tandem politisi muda KSB ini dinilai menjadi calon pasangan bupati dan wakil bupati yang ideal maju bertarung di Pilkada KSB, 27 November mendatang.
Kendati demikian masih ada sandungan untuk menyatukan pasangan Fud – Aher. Pasalnya Aher sebagai kader Gerindra sejauh ini belum mendapatkan lampu hijau dari partainya. Berbeda dengan Fud Syaifuddin, yang nota bene adalah kader Partai Nasdem. Wakil bupati KSB dua periode ini sudah mengantongi surat mandat dari partainya untuk diusung sebagai calon bupati.
Dalam catatan sederhana, pasangan Fud – Aher punya kans terealisasi maju bertarung di Pilkada KSB. Satu syaratnya, jika Aher mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra. Sebab gabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra yang sama-sama mengantongi 3 kursi DPRD KSB hasil Pemilu Februari lalu sudah memenuhi syarat untuk mendaftarkan pasangan ini ke KPU. (bug)


