Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB pesimis perbaikan jalan Lenangguar-Lunyuk tuntas di akhir tahun 2025 nanti. Hal ini menyusul progres perbaikan jalan tersebut baru mencapai 35 persen, padahal sisa 2025 tinggal satu bulan lagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin mengatakan, proyek jalan Lenangguar-Lunyuk cukup sulit. Untuk itu, ia berharap keterlambatan pengerjaan tidak sampai memakan waktu terlalu lama.
“Mudah-mudahan kalau terlambat tidak terlalu banyak. Karena kalau kita tidak tangani yang segmen tanahnya berjalan itu kalau kita biarkan orang tidak bisa lewat,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025.
Alasan keterlambatan pengerjaan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk ini karena di sejumlah titik perbaikan berada di pengkolan, melewati tebing sehingga cukup sulit untuk melakukan pengeboran. Selain karena tebing, di titik lain proyek pengerjaan terkendala tanah. Menurut Sadimin, tanah di segmen itu terus bergerak.
“Bergerak karena memang dari awal lebarnya itu kurang lebih 60, panjangnya 60 meter. Kemudian kedalamannya itu kurang lebih 10 sampai 15 meter. Itu memang dari awal sudah bongkahan besar itu sudah mulai turun,” ungkapnya.
Akibat pergerakan tanah, setiap kali musim hujan terjadi longsor. Hal ini semakin mempersulit proses perbaikan jalan Lenangguar-Lunyuk. “Jadi jalan awalnya itu yang tadinya di sini sudah bergeser sekitar 8 meter. Jadi itu dibersihkan dulu, dikembalikan ke jalan awal gitu,” sambungnya.
Di satu lokasi saja, ada 48 titik yang harus diperbaiki. Saat ini, sudah 32 titik rampung. Untuk menyelesaikan semua titik, lagi-lagi kontraktor mengalami kendala karena tanah yang terus bergerak. Untuk itu, pihaknya mengaku sempat menghentikan pengeboran di 16 titik itu.
“Sehingga kita masih ada sekitar 16 titik kita pending dulu. Karena titik sebelahnya sudah siap, sudah mulai ngebor. Di situ informasi dari lapangan hari ini sudah dapat 32 sampai 40 titik,” jelasnya.
Optimis Proyek Irigasi dan Jalan Pohgading, Poto Tano Tuntas pada Ultah Ke-67 NTB
Selain jalan Lenangguar-Lunyuk, Dinas PUPR NTB juga membangun sejumlah proyek lain. Di antaranya, rehabilitasi irigasi dan perbaikan jalan Tanjung Geres-Pohgading, dan Simpang Tano-Seteluk. Seluruh proyek itu dipastikan bisa tuntas tahun ini, dapat diresmikan saat Ulang Tahun NTB ke-67 pada 17 Desember 2025 nanti.
‘’Bahkan kami yakin untuk paket, 3 paket irigasi itu bisa diresmikan pada tanggal 17 Desember,’’ ucapnya. Ketiga proyek irigasi tersebut terletak di Maronggek di Lombok Timur, Santong di Lombok Utara, dan Kandindi di Dompu. Total anggaran untuk ketiga proyek tersebut senilai Rp13,5 miliar. Proyek itu dibangun untuk mendukung ketahanan pangan yang menjadi salah satu program pemerintah pusat.
Sementara, progres proyek jalan, yaitu jalan Tanjung Geres-Pohgading sepanjang 4 kilometer yang menelan anggaran hingga Rp28 miliar itu dikatakan sudah mencapai 75 persen. Dan proyek jalan Simpang Tano-Seteluk dengan anggaran Rp32 miliar progres pengerjaannya telah mencapai 63 persen. “Ini harapannya memang yang dua ini juga bisa diselesaikan 17 Desember ya,” pungkasnya. (era)


