spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSSetelah Malang-Lombok, Gubernur NTB Targetkan Sejumlah Rute Baru

Setelah Malang-Lombok, Gubernur NTB Targetkan Sejumlah Rute Baru

Mataram (suarantb.com) – Maskapai Wings Air akan membuka rute baru penerbangan Lombok-Malang pada 15 Desember 2025 mendatang. Pembukaan ini menjadikan Malang sebagai daerah selanjutnya yang terhubung langsung dengan Lombok, setelah Lombok membuka rute ke NTT.

Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, setelah pembukaan rute Lombok-Malang. Sejumlah rute baru akan dibuka di NTB. Di antaranya Jogja-Lombok, Banyuwangi-Lombok, hingga Perth-Lombok.

“Yang masih di waiting list, itu Jogja, kemudian Banyuwangi, kemudian Pert, InsyaAllah,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.

Rute Jogja-Lombok direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun depan, sekitar bulan Januari-Februari. Dia berharap, target tujuh rute baru penerbangan dari dan menuju Lombok bisa tercapai di tahun ini. Saat ini, sudah ada lima rute penerbangan baru yang terbuka, tiga di antaranya ke NTT, Lombok-Malang.

Pemprov NTB juga akan memaksimalkan kembali rute Balikpapan-Lombok. Dengan bekerjasama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, mereka akan bersama-sama melakukan promosi ke daerah yang berlokasi di Kalimantan Timur tersebut.

Memastikan rute baru ini dapat bertahan, Iqbal mengaku peluncuran rute ini tidak dilakukan di Lombok, melainkan di Malang. Pihaknya akan melakukan promosi penerbangan di pusat perbelanjaan. “Besok kita akan promosinya tidak di sini, jadi launchingnya tidak di sini, launchingnya di Malang. Jadi kita akan cari tempat di mal-mal,” lanjutnya.

Pembukaan Rute Baru sebagai Upaya Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Mantan Dubes RI untuk Turki itu menjelaskan, pembukaan rute baru ini sebagai salah satu upaya Pemprov dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, apalagi terdapat salah satu wisata ikonik Bromo di Malang. “Kenapa Malang? Karena kita ingin menangkap turis yang dari Bromo terutama,” katanya.

Menurutnya, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bromo tidak hanya tinggal sehari dua hari. Namun bulanan, untuk itu pihaknya menargetkan adanya konektivitas langsung antara Malang-Lombok sebagai salah satu pintu masuknya wisatawan ke NTB.

“Turis Eropa, Amerika itu pada umumnya kalau berkunjung itu tidak hanya sehari, dua hari, tiga hari. Tapi biasanya satu bulan, mereka ambil waktu dan biasanya mereka tidak akan diam di satu lokasi, tapi ke beberapa lokasi yang berbeda,” ujarnya.

Selama ini, sambungnya konektivitas antara daerah di Indonesia, khususnya di NTB tidak terlalu lancar. Untuk itu, sebagai salah satu program prioritas, yaitu pariwisata kelas dunia. Gubernur memastikan NTB bisa menjadi hub atau pintu Indonesia Timur.

“Selama ini konektivitas antar destinasi pariwisata di Indonesia itu tidak begitu lancar. Orang dari Lombok ke Labuan Bajo harus ke Denpasar dulu. Makanya kita buka konektivitas,” ungkapnya.

Iqbal mengatakan, dia tidak hanya menargetkan wisatawan mancanegara. Melainkan juga wisatawan nusantara. Menurutnya, wisatawan dalam negeri memberikan kontribusi lebih terhadap daerah. Mereka makan, membeli oleh-oleh, sehingga menghidupkan UMKM.

“Tapi kalau wisatawan internasional, dampaknya itu karena dia membawa devisa sebetulnya. Jadi masing-masing punya peran. Yang satu bawa devisa, tapi kalau dampak langsung ke masyarakat itu lebih ke yang domestik,” terangnya. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO