Sumbawa Besar (suarantb.com) – Universitas Terbuka (UT) Mataram melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan pemerintah kabupaten Sumbawa sebagi bentuk wujud kerjasama dalam meningkatkan Sumbawa Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“UT ini merupakan salah satu universitas negeri tertua yang berada di Indonesia dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada tahun 1984,” kata Direktur Universitas Terbuka (UT) Mataram, Heriyanto, Jumat (28/11/2025).
Dia melanjutkan, UT ini di desain oleh Pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi UT ini ada di seluruh wilayah Indonesia di setiap provinsi bahkan ada di luar negeri. “Jadi memang kehadiran UT bisa berkonsentrasi bagi kabupaten Sumbawa agar masyarakat bisa mendapatkan pendidikan tinggi yang layak,” ucapnya.
UT ini juga didesain oleh pemerintah yang bersifat fleksibel, salah satunya dengan tidak membatasi usia untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, sistem perkuliahan di UT juga tidak harus hadir ke kampus karena sengaja di desain jarak jauh (sistem dalam jaringan).
“Jadi, semua anak bangsa harus menikmati kesempatan untuk meningkatkan pendidikan. Itulah peran pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dengan kehadiran UT,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan ini masyarakat Sumbawa bisa meningkatkan pendidikannya dalam mewujudkan SDM yang unggul. Karena kualitas SDM sangat dibutuhkan agar Kabupaten Sumbawa dapat lebih meningkat dari segala lini.
“Kami berharap dengan adanya peningkatan SDM mereka juga bisa meningkatkan dari segi ekonominya. Kami sangat bersyukur sekali karena kami dapat bekerjasama dengan Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Dia pun menekankan, bahwa Kuliah di UT tidak mahal karena pemerintah menginginkan adanya pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Bahkan UT juga tidak memberlakukan uang kuliah tunggal (UKT) yang saat dikeluhkan oleh orang tua mahasiswa di sejumlah Universitas.
“Kehadiran UT diharapkan sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan lokasi, karena menjadi mahasiswa UT biayanya tidak mahal dan waktu kuliahnya juga pleksibel,” tukasnya.
Sementara itu Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menyambut baik dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan tersebut. Tugas ini tidak hanya berhenti usai penandatanganan nota kesepakatan melainkan sebagai titik awal pelaksanaan di lapangan dalam menentukan keberhasilan nanti.
“Peran OPD sangat penting karena program ini membutuhkan kordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan secara efektif,” jelasnya.
Seraya berharap apa yang menjadi ikhtiar pemerintah saat ini bisa memberikan dampak yang baik bagi Kabupaten Sumbawa di masa yang akan datang. Terutama dalam meningkatkan kualitas SDM, pelayanan publik, dan daya saing daerah bisa lebih meningkat sesuai dengan visi misi Sumbawa Unggul, Maju, Sejahtera.
“Kerja sama ini sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan,” tukasnya. (ils)



