spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSBeri Arahan Gathering DMO Senggigi, Bupati LAZ: Pariwisata Butuh Kolaborasi, Bukan Bekerja...

Beri Arahan Gathering DMO Senggigi, Bupati LAZ: Pariwisata Butuh Kolaborasi, Bukan Bekerja Sendiri

Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor). Acara ini sekaligus Gathering Destination Management Organization (DMO) yang berlangsung di Hotel Montana Senggigi, Kecamatan Batulayar, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola destinasi pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor. Ini sekaligus menyatukan langkah strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi semua pihak. Pemerintah, menurutnya, hanya berperan sebagai fasilitator, sementara pelaku industri, komunitas, dan masyarakat adalah penggerak utama sektor pariwisata.

“Saya tidak terlalu fokus pada bentuk lembaga, tetapi pada fungsinya. Apa pun namanya, yang penting bisa berjalan dan memberi manfaat. Setiap pihak punya peran masing-masing, dan di situlah kolaborasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Hadir pada Gathering DMO ini Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Agus Gunawan, Kepala OPD terkait, Ketua DMO, Camat Batulayar, H. Subayin, Kepala Desa se Kecamatan Batulayar, para Manager Hotel, para pelaku usaha di kawasan wisata Senggigi serta sejumlah undangan lainnya.

Pentingnya Pariwisata yang Beri Dampak kepada Masyarakat

LAZ juga menekankan perlunya pengembangan pariwisata yang memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ia mendorong penguatan homestay di rumah-rumah warga sebagai strategi pemerataan ekonomi ketika kunjungan wisata meningkat.

“Kita harus memastikan masyarakat juga mendapatkan manfaat. Tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi kita membangun kenyamanan dan kebersamaan dalam pengelolaan destinasi. Melalui Gathering DMO ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, dan melahirkan langkah strategis bersama. Dengan demikian, dapat memajukan pariwisata Lombok Barat,” harapnya.

Pihak DMO dalam pemaparannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, serta masyarakat lokal. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat internasional maupun domestik. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kolaborasi yang lebih solid.

Pengelolaan destinasi tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. DMO menjadi ruang kolaborasi bagi semua pihak untuk menyatukan arah, memperkuat branding, serta meningkatkan daya saing pariwisata Lombok Barat. Ini berlaku di tingkat nasional maupun internasional. Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan sharing session, pemetaan potensi destinasi. Ada juga penyamaan persepsi terkait standar pelayanan wisata dan penguatan promosi destinasi.

Para peserta pun mendapatkan pemaparan mengenai strategi penguatan DMO, peningkatan layanan pariwisata, hingga penyusunan agenda bersama. Hal ini mendukung Calendar of Events (CoE) Lombok Barat 2026. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO