spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPatroli Malam Mitigasi Bencana

Patroli Malam Mitigasi Bencana

PEMERINTAH Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan memperkuat patroli malam di Posko Siaga Bencana.

Upaya ini menjadi langkah preventif yang melibatkan seluruh perangkat kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang kini bersiaga setiap malam berdasarkan jadwal piket yang telah diatur sejak keluarnya instruksi khusus dari Wakil Wali Kota Mataram pada bulan lalu.

Lurah Bertais, Hapizudin menjelaskan, pengaktifan kembali Tim Siaga Bencana Kelurahan merupakan bagian dari instruksi pemerintah kota untuk memperkuat mitigasi bencana, terutama memasuki musim hujan.

“Karena ini perintah Pak Wali, malamnya kami lakukan siaga bencana juga, baik dari tingkat kepala lingkungan, RT, kader maupun linmas,” ujarnya, Minggu, 30 November 2025.

Hapizudin memastikan bahwa aktivitas serupa juga berlangsung di seluruh kelurahan di Kecamatan Sandubaya. Setiap lingkungan telah memiliki struktur tim siaga bencana yang bergerak sesuai protokol kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

Langkah ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya intensitas hujan dan beberapa fenomena cuaca yang dianggap berpotensi memicu banjir dan genangan. Peristiwa banjir yang terjadi pada awal Juli 2025 disebutnya menjadi pengalaman penting yang perlu dievaluasi bersama agar tidak terulang.

Selain memperkuat posko malam, Kelurahan Bertais juga mengintensifkan kegiatan pembersihan drainase di sejumlah titik rawan genangan. Proses pembersihan dilakukan melalui gotong royong bersama warga, dibantu oleh petugas dari Dinas PUPR Kota Mataram. Kegiatan ini menyasar saluran-saluran yang kerap mengalami penyumbatan akibat penumpukan sampah maupun sedimentasi tanah.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan lapangan, pihak kelurahan telah menerima berbagai peralatan pendukung dari pemerintah kecamatan. Bantuan tersebut meliputi mesin penyedot air (alkon), sepatu boot, cangkul, helm keselamatan, hingga lampu sorot yang disiapkan untuk kondisi darurat.

 “Alat ini sangat penting, terutama ketika terjadi genangan tinggi. Kami bisa bergerak lebih cepat untuk melakukan evakuasi atau penanganan awal,” jelas Hapizudin.

Dalam hal koordinasi, tim siaga bencana kelurahan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti grup WhatsApp dan handy talky (HT). Sistem komunikasi terpadu tersebut langsung terhubung dengan pemerintah kecamatan, BPBD, serta Tim Satgas Bencana Kota Mataram. Dengan demikian, laporan maupun pergerakan bantuan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Hapizudin berharap seluruh warga Bertais turut berpartisipasi aktif menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah di saluran air dan melaporkan setiap potensi risiko bencana. “Mitigasi tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Peran masyarakat sangat menentukan dalam mencegah terjadinya bencana,” tutupnya. (pan)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO