spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBIMADiduga Curi Tiga Ikat Bawang, Warga Lido Bima Meninggal Diamuk Massa

Diduga Curi Tiga Ikat Bawang, Warga Lido Bima Meninggal Diamuk Massa

Bima (suarantb.com) – Seorang pemuda asal Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, meninggal dunia setelah diamuk massa karena dituduh mencuri bawang merah di Desa Monta, Kecamatan Monta. Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 00.20 Wita itu langsung menggegerkan warga sekitar dan memicu keprihatinan publik.

Kapolsek Monta, Iptu Sudarto, menjelaskan bahwa dua pemuda berinisial A dan K menjadi sasaran amuk massa setelah warga menuduh mereka mengambil tiga ikat bawang merah. Tuduhan tersebut kemudian memicu pengeroyokan brutal sebelum aparat tiba di lokasi.

“Mereka dianiaya massa karena dicurigai mencuri tiga ikat bawang merah di Desa Monta,” jelas Kapolsek Monta saat dikonfirmasi Suara NTB pada Senin (1/12/2025).

Setelah menerima laporan dari warga, anggota jaga Polsek Monta langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sesampainya di tempat kejadian, petugas mendapati kedua pemuda tersebut dalam kondisi luka berat. Polisi kemudian melakukan evakuasi dan membawa keduanya ke Puskesmas Monta untuk penanganan awal.

Karena luka yang cukup parah, petugas medis di puskesmas memutuskan merujuk keduanya ke RSUD Bima. Namun upaya penyelamatan itu tidak mampu menyelamatkan salah seorang korban. “Sesampainya di RSUD Bima, A dinyatakan meninggal dunia, sedangkan K masih dalam perawatan,” sebutnya.

Maraknya Dugaan Tindakan Main Hakim Sendiri di Wilayah Bima

Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya tindakan main hakim sendiri di sejumlah wilayah di Bima. Meski kerap terjadi, aparat menegaskan bahwa tindakan semacam itu sangat berbahaya karena tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko merenggut nyawa seseorang sebelum kebenaran dapat dipastikan. Banyak dugaan pencurian akhirnya berujung kekerasan ekstrem tanpa melalui proses hukum yang semestinya.

Terkait penindakan terhadap para pelaku pengeroyokan, Kapolsek Monta menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap identitas massa yang terlibat.

“Belum ada yang diamankan. Kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Polisi kembali mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri dalam menghadapi dugaan tindak kriminal. Aparat menekankan pentingnya menyerahkan setiap persoalan kepada pihak berwenang, karena proses hukum merupakan satu-satunya mekanisme yang menjamin keadilan tanpa mengorbankan nyawa.

Hingga Senin siang, Polsek Monta masih melanjutkan penyelidikan untuk menelusuri para pelaku pengeroyokan. Serta menggali motif dan kronologi lengkap peristiwa yang menewaskan seorang pemuda itu. Sementara itu, K masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bima. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO